Breaking News:

Berita Gresik

Kuasa Hukum MD akan Laporkan Nur Hudi ke BK DPRD Gresik, Ada Bukti 30 Menit Rekaman Suap Rp 1 Miliar

Kuasa hukum MD akan melaporkan anggota DPRD Gresik, Nur Hudi Didin Ariyanto ke badan kehormatan (BK) DPRD Gresik.

TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Anggota DPRD Gresik, Nur Hudi Didin Ariyanto saat memberikan klarifikasi kepada awak media di kantor DPD NasDem, Kamis (14/5/2020). 

Diketahui tersangka SG alias Sugianto (50) telah ditetapkan sebagai tersangka. Keluarga korban mengaku berterimakasih setelah kasus ini viral dan keadilan benar-benar ditegakkan.

Saat ini mereka sedang memulihkan mental MD yang sedang hamil dengan usia kandungan tujuh bulan agar mau kembali ke sekolah usai melahirkan. Selama ini korban dikenal sebagai anak yang cerdas dan aktif di sekolah.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem M. Irfan Choirie pun mengaku siap atas upaya pelaporan kader partainya ke BK.

"Kami siap mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku, kami juga siap memberikan keterangan," kata dia.

Sebelumnya, Nur Hudi memberikan klarifikasi di kantor DPD partai NasDem. Dia mengatakan ajakan damai kepada korban semata-mata ingin memperjuangkan hak korban dan bayinya untuk masa depannya dan hukum secara otomatis tetap bisa diproses.

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI SCTV Trans 7 GTV Net TV MNC TV Senin 18 Mei 2020, Ada Film Jumanji

Cara Mudah Mengecek Data Penerima Bantuan Sosial Melalui Online dan Aplikasi, Simak Langkahnya

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Ajak Para Pemuka Agama Bersama Tangani Covid-19

Memberikan status yang jelas kepada bayi yang dikandung korban. Merukunkan kembali antara keluarga korban dan tersangka karena sebenarnya mereka masih saudara.

"Saya selaku mantan kades di desa mereka secara moral juga ikut prihatin dan memberikan solusi kepada kedua
bela pihak dan pendekatan kekeluargaan dalam kaidah hukum juga disarankan atau diperbolehkan untuk memperoleh keadilan bersama. Inisiatif memintakan atau memperjuangkan hak korban dan anaknya itu berupa sawah senilai 500 juta hingga Rp 1 miliar itu inisiatif saya sendiri," paparnya.

Lanjut Nur Hudi, hal itu sebagai bentuk keprihatinannya terhadap masa depan korban dan bayinya tanpa
sepengetahuan tersangka.

"Rencana saya sampaikan tersangka jika korban setuju, berhubung korban tidak setuju ya tidak jadi saya sampaikan kekeluarga tersangka dan rencana seandainya korban setuju dengan pemikiran saya tak ajak keduanya ke notaris untuk memberikan hak sawahnya supaya berkekuatan hukum," papar pria yang kerap disebut Mbah Hudi ini. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved