Virus Corona di Surabaya

Pakar Kesehatan Sebut BBLK Tutup 2 Hari, Diprediksi Kasus Covid-19 Melonjak 7 Hari Setelah Lebaran

Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) se-Indonesia melangsungkan cuti Lebaran selama dua hari, mulai Sabtu 23 Mei 2020 hingga Minggu 24 Mei 2020.

Shutterstock
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) se-Indonesia melangsungkan cuti Lebaran selama dua hari untuk melakukan tes Swab PCR Corona.

Informasinya, libur Lebaran berlangsung mulai Sabtu 23 Mei 2020 dan berakhir pada Minggu 24 Mei 2020.

Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo mengatakan jika Balai Besar Laboratorium Kesehatan libur, maka dikhawatirkan akan ada kembali penumpukan laporan kasus Covid-19.

Pakar Kesehatan Ungkap Kendala Laboratorium Swab PCR Tidak Laporkan Kurva Covid-19 Secara Langsung

Jawa Timur Catat Tambahan Kasus Corona Terbanyak Nasional, Begini Penjelasan Pakar Kesehatan Unair

Klarifikasi Rumah Sakit Mojokerto Terkait Biaya Pemulasaran Jenazah PDP Rp 3 Juta, Ada Salah Paham

"Jadi jangan senang dulu karena lebaran tiba-tiba ada laporan Covid-19 di Indonesia menurun itu keliru. BBLK libur ya pasti menurun karena gak ada yang meriksa," kata Windhu Purnomo saat dihubungi, Sabtu (23/5/2020).

Windhu Purnomo memprediksi tujuh hari setelah lebaran akan ada pelonjakan kasus.

Hal itu terjadi sebab, selama tiga hari ke depan dalam masa lebaran akan ada pergerakan manusia yang tinggi.

"Bisa meningkat dobel itu. Karena ada hutang libur laporan dan pemeriksaan spesimen yang pengerjaanya 4-6 hari setelah lebaran. Apalagi selama lebaran ini semua saling salam-salaman, masjid-masjid sepertinya tetap ada salat Id, takbiran ramai putar-putar, nyekar ke makam. Jadi saya khawatirkan mulai nanti malam, besok, lusa itu yang sangat berisiko tinggi," ucapnya.

Windhu Purnomo berharap kepada pemerintah agar bisa menjamin ketersediaan reagen, suatu zat yang dijadikan bahan untuk melakukan tes Swab PCR spesimen.

Santri Klaster Ponpes Temboro Magetan Asal Kecamatan Montong Tuban Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Perketat Pengawasan Check Point Padangandi di Perbatasan Jatim-Jateng, Pemudik Melintas Putar Balik

Poli Khusus RS Unair Surabaya Tutup Selama Lebaran, Pasien Gejala Covid-19 akan Diterima di IGD

"Ya kalau itu terjadi pemerintah harus lebih gencar melakukan tes massal dan memberi reagen sebanyak mungkin agar semua kasus bisa terungkap," ujarnya.

Sementara, Windhu Purnomo berpesan kepada aparat kepolisan untuk bersikap lebih tegas terhadap masyarakat agar, prediksi lonjakan kurva Covid-19 itu bisa dipatahkan.

"Yang penting aparat harus berani, meski lebaran semua tidak boleh melonggarkan aturan," pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved