Breaking News:

Virus Corona di Malang

Bukan Lagi dari Luar Kota, Penularan Corona di Kota Malang Sudah Memasuki Tahap Transmisi Komunitas

Model penularan virus corona atau Covid-19 di Kota Malang sudah memasuki tahap transmisi komunitas.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Wali Kota Malang, Sutiaji saat mengimbau pengendara sepeda motor yang tidak memakai masker, Sabtu (23/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Model penularan virus corona atau Covid-19 di Kota Malang sudah memasuki tahap transmisi komunitas.

"Jadi pergerakan orang itu sudah bukan dari luar kota lagi. Tapi sudah pergerakan komunitas. Karena ini sudah bukan transmisi lokal lagi, tapi sudah transmisi komunitas. Dan ini sudah berbahaya," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui TribunMadura.com di kegiatan rapid test di Pasar Besar, Sabtu (23/5/2020).

Sutiaji menjelaskan, bahwa hal tersebut melihat dari dua kejadian yang telah terjadi di Kota Malang, yaitu yang pertama, kasus pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (22/5/2020).

Dirinya menduga bahwa pasien tersebut merupakan penerima maupun transmiter penyebar virus corona dari dan atau ke komunitasnya.

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI Net TV MNC TV Minggu 24 Mei 2020, Ada Film 99 Cahaya di Langit Eropa

Update Virus Corona di Kabupaten Trenggalek, Dalam Sehari, Dua Pasien Covid-19 Sembuh

Isi Waktu Luang saat Pandemi, Pelatih Persik Rampungkan Modul Pengembangan Sepak Bola Usia Dini

"Jadi malamnya dia masih mengikuti ronda malam sebelum dibawa ke rumah sakit. Setelah itu demam dan batuk. Di swab dia positif dan ada kabar akhirnya meninggal dunia," bebernya.

Kasus kedua yang dijadikan contoh adalah kasus balita positif yang kini telah sembuh.

Dimana balita ini diketahui hanya berada di Kota Malang saja. Namun dia tertular dan dinyatakan positif.

Diduga tertularnya balita ini berasal dari lingkungan sekitar komunitas orang tuanya.

"Tetapi karena imunnya bagus, maka dia bisa sembuh sekarang. Artinya kami tidak tahu sekarang posisi virus menempel dimana dan ke siapa. Jadi istilahnya sudah kluster komunitas," jujurnya.

Maka dari itu, Sutiaji minta agar masyarakat Kota Malang patuh aturan pemabatasan sosial berskala besar atau PSBB.

"Patuh aturan dengan memakai masker, cuci tangan, dan terapkan physical distancing sesuai anjuran pemerintah," pungkasnya.

Gelandang Jangkar Persebaya Rayakan Lebaran dengan Menyantap Buras, Kuliner Khas Sulawesi Selatan

Masjid Agung Asy-Syuhada Tetap Gelar Salat Idul Fitri, Semua Jemaah Wajib Cuci Tangan & Pakai Masker

Lebaran di Tengah Covid-19, Lontong Kupat Jadi Pelipur Kiper Persebaya ketika Batal Mudik ke Jateng

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved