Breaking News:

New Normal di Gresik

Awal Juni 2020, Pemkab Gresik Mulai Siapkan Fase New Normal

Pemerintah Kabupaten Gresik atau Pemkab Gresik mulai mempersiapkan fase new normal, rencananya akan dimulai pada awal bulan Juni 2020.

TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim saat ditemui di kantor BPN Gresik, Kamis (28/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik atau Pemkab Gresik mulai mempersiapkan fase normal baru atau new normal. Fase ini rencanaya akan dimulai pada awal Juni 2020.

Ada beberapa tahapan pada persiapan new normal. Rencananya mulai awal Juni hingga akhir bulan Juli nanti.

Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim menyebut terkait dengan fase new normal itu pemda sudah menyiapkan beberapa bidang guna mendukung ke arah sana.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto sudah mendatangani surat edaran mengenai pemberlakukan new normal.

Mohammad Qosim mencontohkan di bidang pendidikan, jika dalam sebuah kelas berisi 40 murid.

Tangani Pasien Covid-19, BPJS Kesehatan Malang Terima Klaim Senilai Rp 4 Miliar

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI SCTV GTV Indosiar ANTV Trans 7 Jumat 29 Mei 2020, Ada Film Skiptrace

Maka nanti saat beraktivitas hanya diisi 20 murid saja. Nanti dibuat gelombang pertama atau gelombang kedua. Bahkan bisa melalui pendidikan jarak jauh.

"Tetap mematuhi protokol kesehatan. Pendidikan normal, ekonomi langkah-langkah apa yang akan kita lakukan sedang kita diskusikan," kata Mohammad Qosim saat ditemui di kantor BPN Gresik, Kamis (28/5/2020).

Mohammad Qosim menjelaskan, sejumlah agenda utama mengenai fase new normal sedang dibahas dalam rapat internal. Pemkab Gresik menyiapkan pemulihan ekonomi sesuai surat edaran (SE) nomor 2 tahun 2020 penegakan kesehatan Covid-19.

Seperti mulai ada kelonggaran zona hijau. Saat ini warung makan selain take away boleh melayani makan ditempat dengan catatan protokol kesehatan.

Seperti menggunakan masker dan wajib tempat cuci tangan.

Terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III masih diberlakukan, pihaknya menyebut masyarakat yang berada di zona hijau silahkan melakukan aktivitas kegiatan termasuk tempat ibadah atau ekonomi.

"PSBB jilid III tetap berjalan tapi pola pelaksanaannya jangan sampai masyarakat malah trauma. Zona hijau monggo melakukan kegiatan keagamaan, ekonomi tapi fenhan standar covid-19. Ketua takmir membuat pernyataan pakta integritas. Ketua takmir harus bertanggungjawab agar protokol kesehatan. Jangan sampai ada yang tidak membawa masker, jangan sampai tidak wudhu dari rumah, social distancing harus dijaga minimal 1,5 meter. Pemerintah memberikan kelonggaran," paparnya.

Bantuan terhadap masyarakat selama new normal juga tetap berjalan.

"Tetap berjalan. Itu sudah ada aturan BLT DD, jadi tetap penerima PKH, BPNT, JPS semuanya tetap termasuk CSR dari perusahaan jika masih ada kelompok masyarakat yang belum mendapat bantuan," pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved