Berita Pamekasan

DPRD Pamekasan Dapat Keluhan Wali Santri Agar Masa Libur Pondok Pesantren Tak Lagi Diperpanjang

Masa libur santri Pondok Pesantren di Kabupaten Pamekasan diminta tidak lagi diperpanjang.

TRIBUNMADURA/SANY EKA PUTRI
ilustrasi - DPRD Pamekasan Dapat Keluhan Wali Santri Agar Masa Libur Pondok Pesantren Tak Lagi Diperpanjang 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Fraksi PKB DPRD Pamekasan meminta Pemkab Pamekasan tidak memperpanjang masa libur Pondok Pesantren khusus para santri karena alasan virus corona atau Covid 19.

Usulan tersebut berdasarkan pengaduan yang dilakukan beberapa wali santri atau murid ke kantor DPRD Pamekasan.

Sebab, libur santri Pondok Pesantren di Kabupaten Pamekasan terbilang sudah cukup panjang dan lama.

Risma Marah Besar, Mobil Lab PCR Bantuan BNPB Tak Dimaksimalkan: Kasihan Pasien yang sudah Nunggu

Aksi Licik Pemuda Surabaya Curi Ponsel Penjaga Warung Kopi, Barang Hasil Curiannya Tak Dijual

Pria Pengangguran di Surabaya Terpergok Curi Tas Wanita, Mengaku Terdesak Biaya Kebutuhan Hidup

"Berdasarkan pengaduan para wali santri ke DPRD, mereka berharap putra dan putrinya bisa segera kembali ke pesantren untuk menuntut ilmu," kata Ketua F-PKB DPRD Pamekasan, Khairul Umam, Jumat (29/5/2020).

Kepada Pemkab Pamekasan, dewan mengusulkan agar segera melakukan langkah antisipatif untuk ikut mengantisipasi perihal tidak munculnya klaster baru penyebaran virus corona di masing-masing Pondok Pesantren.

Lebih lanjut, Pemkab Pamekasan diminta menyiapkan langkah khusus guna mendukung pesantren tetap bebas dari Covid-19, setelah para santrinya kembali ke Pondok Pesantren usai masa liburan.

"F-PKB DPRD Pamekasan mendorong pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk menganggarkan sejumlah kebutuhan penanganan Covid-19 di pesantren melalui APBD," saran Khairul Umam.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah yang akan menerapkan konsep kehidupan new normal (kenormalan baru) ini perlu juga memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana pesantren.

Reaksi Tak Terduga Pria di Surabaya saat Motornya Dicuri Maling, Dia Lebih Butuh Daripada Saya

Isi Surat Siswi Pamekasan ke Menteri Nadiem Makarim, Ungkap Kesulitan Agar Bisa Belajar dari Rumah

Yang sebagian besar, kata Khairul Umam belum memenuhi standar kesehatan protokol Covid-19.

Halaman
1234
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved