Breaking News:

New Normal di Sidoarjo

Minta PSBB di Sidoarjo Tidak Diperpanjang, Plt Bupati Sidoarjo Sebut Alasan Psikologis Masyarakat

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin meminta agar PSBB tidak diperpanjang. Sebagai gantinya, Sidoarjo akan memasuki masa transisi new normal.

TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA -  Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin meminta agar PSBB tidak diperpanjang.

Sebagai gantinya, Sidoarjo akan memasuki masa transisi new normal.

Ada beberapa alasan mengapa Nur Ahmad Syaifuddin meminta agar PSBB tidak diperpanjang.

Faktor masyarakat menjadi pertimbangan.

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengusulkan agar Pembatasan Sosial Berskala Besar Surabaya Raya, khususnya di Kabupaten Sidoarjo tidak diperpanjang.

Terlihat Lugu dan Menangis saat Video YouTube Bermasalah, Sifat Asli Kekeyi Dibongkar Pakar Ekspresi

Pembatalan Haji 2020 Bukan Cuma Indonesia, Negara Lain Juga Mengalami Hal Sama, Simak Penjelasannya

Dalam paparannya, Cak Nur, sapaan akrab Nur Ahmad Syaifuddin mengakui jika secara teoritis Sidoarjo belum bisa lepas dari PSBB karena Rate of Transmission atau tingkat penularan yang masih tinggi.

Namun mempertimbangkan psikologi masyarakat Sidoarjo, Cak Nur mengusulkan kepada Gubernur Jawa Timur agar PSBB Surabaya Raya tidak diperpanjang.

"Kita harus mempertimbangkan psikologi masyarakat, masyarakat saat ini sudah berpikir dengan PSBB ini kurang sip," kata Cak Nur di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (8/6/2020).

Padahal, lanjut Cak Nur, PSBB jilid ketiga sudah menunjukkan hasil yang positif untuk menekan penularan Virus Corona (Covid-19) di Sidoarjo.

"Sempat naik signifikan saat PSBB jilid kedua. Sedangkan hari ini kita kurvanya sudah turun banyak," kata politisi PKB ini

Halaman
12
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved