Breaking News:

Virus Corona di Malang

Penularan Covid-19 di Malang Utara Masih Tinggi, Dinkes Sebut Ada Kaitan Aktivitas Pasar Tradisional

Penularan virus corona di Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari diakui oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang masih masif.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Ilustrasi rapid test di Pasar Lawang, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. 

 Membendung aktivitas berkerumun atau menghentikan sejenak kegiatan ekonomi di pasar tradisional, disadari Arbani adalah hal yang sulit.

"Memang sulit mengatur keramaian di pasar. Karena pemenuhan kebutuhan ada di sektor itu. Tapi tetap kita lakukan deteksi," tutur mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini.

Jika pasar bisa menjadi kluster penularan Covid-19, lantas bagaimana potensi penularan virus corona di fasilitas kesehatan seperti di rumah sakit atau puskesmas?

"Kalau itu saya tidak bisa menjawab," jelas drg Arbani Mukti Wibowo.

Khofifah Berharap Kabupaten Tulungagung Segera Masuk Zona Kuning Covid-19, Syarat Menuju New Normal

UPDATE Virus Corona di Situbondo: Tambah 2, Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia Jadi Lima Orang

Jadwal Acara TV TRANS TV GTV SCTV RCTI Trans 7 MNC TV Senin 8 Juni 2020, Ada Drama Korea VIP

Terkait kemungkinan angka terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Malang bisa mencapai angka 3 digit, drg Arbani Mukti Wibowo  menerangkan bisa saja terjadi.

"Selama Surabaya masih zona hitam dan masih bertambah kemungkinan itu ada," papar pria berkacamata itu.

Arbani berpendapat, saat ini tergantung bagaimana masyarakat menyikapi keberadaan Covid-19.

Pola pikir yang senantiasa menerapkan kebiasaan hidup sehat dan bersih, menurut Arbani menjadi penyelamat masyarakat saat ini.

 "Kalau mereka (masyarakat) menganggap Covid-19 ini adalah berkah, mereka harusnya merubah pola pikirnya ke arah new normal dan terapkan pola hidup sehat," pesan drg Arbani Mukti Wibowo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved