Virus Corona di Batu
Datang Hajatan, Warga Kota Batu Tertular Virus Corona, Sembilan Orang Lainnya Reaktif Rapid Test
Seorang warga Kota Batu tertular virus corona Covid-19 setelah menghadiri acara Khitan.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, BATU - Masyarakat Kota Batu yang ingin menggelar hajatan kini diwajibkan mematuhi protokol kesehatan penanganan pencegahan virus corona Covid-19.
Instruksi itu menyusul adanya penambahan satu pasien positif Covid-19 di Kota Batu yang bersumber dari acara khitan pada 6 Juni 2020.
“Boleh saja menyelenggarakan hajatan tetapi harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Batu, M Chori, Sabtu (4/7/2020) lalu.
• ART Dilaporkan Majikan ke Polisi, Tertangkap CCTV Bawa Kabur Barang Berharga dari Rumah Korban
• Tempat Wisata di Pamekasan Madura Dibuka Kembali, Pengunjung yang Datang Dibatasi Durasi Waktu
• Buat Warga Sampang Madura Geger, Ibu Melahirkan Bayi di Depan Rumah Bidan, Jadi Tontonan Masyarakat
Menurut M Chori, satu pasien tambahan virus corona itu tertular karena berada di satu meja dengan pasien positif yang telah meninggal saat acara khitan berlangsung.
Pasien ke 62 itu dinyatakan meninggal pada 23 Juni setelah mendapat perawatan selama enam hari.
“Pasien ada komorbid diabetes melitus,” terang Chori.
Chori mengatakan, si empu acara wajib menyediakan masker bagi para tamu yang kedapatan tidak memakai. Jaga jarak juga harus dilalukan untuk mencegah penularan.
Untuk melacak kasus tersebut, Satgas Covid-19 Kota Batu telah melakukan rapid test kepada 22 orang dan hasilnya sembilan orang reaktif.
Sembilan orang reaktif itu kemudian menjalani swab test sekitar empat hari lalu.
“Hasilnya masih belum keluar,” lanjut Chori.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/darah-pasien-virus-corona3.jpg)