Virus Corona di Tulungagung
Pasien Corona Tulungagung Tersisa 4 Orang, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Gelombang Kedua Covid-19
Tercatat hari Kamis (9/7/2020) tersisa empat pasien virus corona di Kabupaten Tulungagung.
Penulis: David Yohanes | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Seiring perkembangan pandemi Covid-19 kian hari terus mengalami perubahan.
Pemerintah dalam hal ini terus menyampaikan perkembangan terbaru.
Bukan hanya korban positif dan meninggal dunia saja yang mengalami penambahan, pasien positif yang dinyatakan sembuh pun terus menunjukan situasi yang menggembirakan.
Tentu saja ini merupakan ikhtiar berbagai kalangan yang patut diapresiasi, khususnya tenaga medis yang berada di posisi terdepan penanganan penyembuhan pasien positif.
Data terkahir pada hari Rabu 8 Juli 2020, angka akumulasi pasien Cocid-19 di Kabupaten Tulungagung sejumlah 239 orang.
Sedangkan pasien virus corona yang sembuh mencapai 232 orang dan tiga orang meninggal dunia.
Dengan demikian hari ini, Kamis (9/7/2020) tersisa empat pasien virus corona di Kabupaten Tulungagung.
• Momen Pasien Covid-19 Sembuh, Pulang Jalan Kaki Bersama Petugas Medis, Lihat Ekspresi Haru Riyono
• Tak Hanya Gaji ke-13, PNS akan Dapat Kenaikan Uang Pensiun hingga Rp 20 Juta Per Bulan, Ini Skemanya
• Daftar Harga HP Samsung Juli 2020 Galaxy A7 hingga Galaxy A51 Rp 5 Juta, Spesifikasi Galaxy Note 20
Tiga pasien menjalani karantina dan satu pasien menjalani perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmad mengatakan, wilayah Tulungagung memang relatif aman dari Covid-19.
Namun dr Kasil Rokhmad meminta agar masyarakat tidak terlena.
Sebab ada ancaman second wave (gelombang ke-2) jika masyarakat berlaku sembrono.
“Tetap patuhi protokol kesehatan Covid-19. Jangan lengah,” ujar dr Kasil Rokhmad.
dr Kasil Rokhmad meminta jangan ada euforia melihat perkembangan Covid-19.
Semua orang masih wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.
Menurutnya, saat ini masih ditemukan masyarakat yang abai pada masker saat berada di ruang publik.
“Ada juga perilaku yang salah. Ke mana-mana pakai masker, tapi saat bicara malah dibuka. Itu salah,” ungkap Kasil.
Untuk menjaga agar tidak ada “second wave”, sejumlah kebijakan masih dipertahankan.
Salah satunya adalah pemberlakuan jam malam, mulai 22.00 WIB hingga 04.00 WIB.
• UPDATE Corona di Kabupaten Kediri Kamis 9 Juli 2020: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 261
• Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Pondok Modern Gontor 2 Ponorogo Bertambah, Ada Enam Santri
• Ramalan Zodiak Kamis 9 Juli 2020, akan Ada Perubahan Besar Terjadi pada Taurus, Aquarius Memberontak
Sanksi kerja sosial tetap diberlakukan bagi mereka yang terjaring razia jam malam.
“Semua kita lakukan untuk menjaga Tulungagung tetap aman (dari Covid-19). Jangan gegabah,” tegas dr Kasil Rokhmad.
dr Kasil Rokhmad juga meminta semua pihak tetap mengampanyekan protokol kesehatan Covid-19.
Jika warga Kabupaten Tulungagung bisa bertahan dengan kepatuhan seperti selama ini, diyakini Covid-19 akan bisa dikendalikan.
“Keberhasilan kita mengendalikan Covid-19 adalah hasil kerja kolaborasi banyak pihak. Baik medis maupun nonmedis,” pungkas dr Kasil Rokhmad.