Breaking News:

Berita Blitar

7 Pengedar Narkoba di Blitar Dibekuk Polisi, Pelaku Gunakan Sistem Ranjau dan Transaksi Lewat HP

Polres Blitar Kota menangkap tujuh pengedar narkoba dan meyita ratusan botol minuman keras dalam pekan ini.

TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Polisi menunjukkan sejumlah tersangka kasus narkoba serta barang bukti narkoba dan miras di Polres Blitar Kota, Jumat (10/7/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Polres Blitar Kota menangkap tujuh pengedar narkoba dan meyita ratusan botol minuman keras dalam pekan ini.

Berdasarkan informasi yang diterima TribunMadura.com, anggota Polres Blitar Kota menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,13 gram dan 892 butir pil dobel L.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan dari tujuh tersangka kasus narkoba yang ditangkap, enam orang merupakan pengedar sabu-sabu dan satu orang pengedar pil dobel L.

Desa Mojorejo Kota Batu Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Gugus Tugas: Terjadi Transmisi Lokal

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Pengancaman, Pengacara Kades Longos Yakin Kliennya Hanya Mengingatkan

VIRAL Rumah Warga Ngawi Pindah Tempat Dalam Semalam Disebut Dipindah Jin,Ini Penjelasan Sang Pemilik

"Untuk pelaku kasus pil dobel L ini merupakan jaringan LP Lowokwaru Malang. Modus transaksinya lewat ponsel dan pengiriman barang dengan sistem ranjau," kata AKBP Leonard M Sinambela, Jumat (10/7/2020).

Polres Blitar Kota bersama Polsek jajaran juga mengungkap peredaran minuman keras ilegal.

Polisi menyita 114 botol arak jowo, 277 botol miras berbagai merek, dan enam jeriken ukuran 30 liter berisi arak jowo.

Sejumlah miras dan arak jowo itu disita dari 31 penjual dan kafe di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

"Semua penjual miras ilegal juga kami proses hukum. Mereka kami jerat dengan pasal tindak pidana ringan (tipiring) dan untuk barang bukti miras kami sita di Polres," ujarnya.

Ternyata Korban Penyekapan di Malang adalah Pelaku Penggelapan Mobil, Polisi: Pelaku Bisa Melaporkan

Hasil Swab Test 30 Karyawan Bank BRI Malang Keluar, Sutiaji Pantau Layanan Operasional Nasabah

UPDATE CORONA di Kota Madiun 10 Juli: Warga Kelurahan Nambangan Kidul dan Manisrejo Positif Covid-19

Menurut AKBP Leonard M Sinambela, razia miras sebagai tindak lanjut kasus dua orang meninggal dunia diduga akibat overdosis miras beberapa waktu lalu.

Polisi segera bergerak dengan merazia sejumlah tempat penjual minuman keras dan kafe.

"Untuk kasus orang meninggal diduga overdosis miras masih dalam penyelidikan. Kami masih mencari jenis dan tempat penjual miras yang diminum korban," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved