Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Pelatihan Kerja Tetap Berjalan Meski Gedung BLK Sampang Disulap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Diskumnaker Sampang menggelar pelatihan kerja bagi masyarakat Sampang di tengah pandemi Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana pelatihan kerja tata kecantikan kulit dan rambut di Kantor Diskumnaker Sampang, Madura , Senin (27/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja atau Diskumnaker Sampang disulap menjadi ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi virus corona.

Kondisi tersebut tidak membuat Diskumnaker Sampang meniadakan pelatihan kerja bagi masyarakat Sampang di tengah pandemi Covid-19.

Terbukti ketika TribunMadura.com, mendatangi lokasi.

Sejumlah peserta pelatihan kerja tata kecantikan kulit dan rambut memenuhi ruang latihan yang dialihkan di salah satu ruangan lantai dua Kantor Diskumnaker Sampang, Jalan Rajawali Kecamatan Sampang.

Kasi Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang, Lutfi mengatakan program pelatihan masyarakat untuk memiliki keterampilan bekerja tahun ini tetap digelar dengan catatan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Para peserta yang mengikuti pelatihan adalah masyarakat dengan usia produktif, dari usia 18 tahun hingga 40 tahun.

"Ada dua sumber pelaksanaan pelatihan yang pertama dari APBD dan kedua APBN, pelatihan sudah berjalan sejak bulan Juni 2020," ujarnya kepada TribunMadura.com, (27/7/2020).

Pelaksanaan pelatihan dari APBN sudah terealisasi sejak 29 Juni sampai 8 Agustus dan jenis latihannya terdiri dari, pelatihan jahit, komputer, las, dan tata kecantikan kulit dan rambut, tata boga, servis kendaraan ringan (mobil).

"Sampai saat ini yang belum dilaksanakan tinggal dua, pelatihan tata boga dan servis kendaraan ringan," ucap Lutfi.

Sedangkan untuk pelatihan dari APBD dibuka mulai 1 Juni sampai 1 Agustus 2020 dengan tiga jenis pelatihan yakni, servis sepeda motor, las, dan batik.

"Pelatihan las dan batik masih belum terealisasi," tuturnya.

lebih lanjut, untuk penanganan pelatihan di tengah pandemi covid-19, pihaknya menekankan tetap mengikuti protokol kesehatan, dengan cara menjaga jarak antara peserta.

"Di ruang pelatihan kami sediakan handsanitiser, sabun beserta air mengalir, dan masker," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved