Berita Gresik
Janda Miskin Penerima BPNT Dapat Beras Berkutu, Ngaku Takut Tak Terima Bantuan Lagi Jika Protes
Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima janda di Kabupaten Gresik berkutu.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mengeluhkan kualitas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima warga terdapat kutu.
Kejadian itu dialami seorang Janda berusia 58 tahun berinisial J.
• Beras BPNT Berkutu, Warga Miskin di Madiun Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Pemerintah
• Lahan Parkir Apartemen The City Square Surabaya Terbakar, 7 Unit Mobil PMK Dikerahkan
• Arus Lalu Lintas di Jalan Brigjen Katamso Kota Kediri Tersendat, Ada Solar Tumpah Sepanjang 70 Meter
Setelah menerima beras bantuan, J menyimpannya di dapur.
Kondisi beras masih tersimpan rapat dan bungkusnya belum dibuka.
Tapi terlihat kualitasnya buruk, pecah-pecah.
Lebih parah lagi, banyak kutu berwarna hitam berada dalam beras.
Ukurannya besar dan kecil dan bergerak-gerak di dalam beras.
"Saya tidak berani protes takut tidak dikasih lagi. Sudah ini saja cukup," kata dia.
Sementara itu, Camat Cerme Suyono mengatakan, ada tujuh desa yang membagikan BPNT.
"Desa Banjarsari, Tambakberas, Ngabetan, Cerme Lor, Ngembung, Dungus dan Desa Sukoanyar," kata dia.
Kejadian serupa
Kualitas beras bantuan dikeluhkan sejumlah warga miskin penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu mengeluhkan jika beras bantuan yang didapatnya berkutu.
Kepala Desa Purworejo, Suprayogi mengaku, sejumlah warga mengeluhkan beras bantuan BPNT ke pemerintah desa.