Berita Internasional

Usaha Kim Jong Un Demi Bersihkan Korea Utara dari Pembelot, Buat Aturan Baru yang Lebih Ketat

Diantara informasi yang bocor dari Korea Utara, salah satunya berasal dari para pembelot, orang-orang yang melarikan diri dari Korea Utara

AFP
Pimpinan tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un 

TRIBUNMADURA.COM - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un melakukan usaha demi negaranya bersih dari pembelot.

Diantara informasi yang bocor dari Korea Utara, salah satunya berasal dari para pembelot, orang-orang yang melarikan diri dari Korea Utara menuju negara lain.

Belakangan, pemerintah Korea Utara dibuat repot oleh para pembelot.

Bahkan, gara-gara tingkah pembelot, Korea Utara sempat bersitegang lagi dengan Korea Selatan. Kantor penghubung dihancurkan sebagai sikap tegas dari Korea Utara.

Download Lagu Tiara Andini Berjudul Maafkan Aku #TerlanjurMencinta, Videonya Trending Youtube

Apa Itu Fetish? Bukan Kelainan Seksual, Tapi Penderita Terangsang pada Benda yang Dikenakan Pasangan

Update Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Unair Akui Terima 15 Pengaduan, Simak Penjelasan Humas Kampus

Tampaknya sudah cukup gerah menghadapi para pembelot, Korea Utara pun mengeluarkan peraturan untuk mencegah adanya pembelot.

Melansir Mirror.co.uk (31/7/2020), Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah memberlakukan undang-undang baru yang kejam dalam tindakan keras besar-besaran terhadap pembelot.

Warga yang tinggal atau melakukan perjalanan ke daerah-daerah di negara Asia yang berbatasan dengan China dipaksa untuk menandatangani janji yang menyatakan mereka "tidak akan pernah cacat", menurut laporan.

Kim Jong Un kini mengharuskan siapa pun di Korea Utara yang akan bepergian ke daerah perbatasan untuk menyerahkan dokumen dengan sidik jari mereka dan konfirmasi bahwa mereka tidak akan pergi secara permanen.

'Pita merah ekstra', yang diberlakukan awal bulan ini, menyebabkan gangguan besar pada perjalanan bisnis, pernikahan, dan pemakaman di negara tersebut.

Satu orang yang tinggal di provinsi Hamgyong Utara mengatakan kepada Radio Korea Free Service Korea bahwa sebelum peraturan baru, warga harus menyatakan secara lisan mereka tidak punya rencana untuk "cacat", sambil menunjukkan sertifikat kewarganegaraan serta referensi karakter.

Halaman
12
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved