Virus Corona di Malang
Bupati Malang Dangdutan di Tengah Pandemi yang Berujung Kritikan: Yang Penting Covid-19 Menurun
Bupati Malang, Sanusi menyanyi dangdut bersama dua biduan berujung kritikan dari masyarakat. Acara dangdutan dikecam karena digelar di tengah pandemi.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Elma Gloria Stevani
Kegiatan itu digelar di Rumah Makan Bojana Puri, Kepanjen, Kabupaten Malang pada 5 Agustus 2020.
"Kegiatan itu di luar (pemerintahan)," ucap Sanusi.
Saat sedang bernyanyi dangdut, Sanusi terpantau sedang tidak memakai masker. Begitupun dengan dua biduan perempuan yang bersamanya.
"Yang penting Covid-19 di Kabupaten Malang sekarang menurun," ungkap Bupati Malang ini.
Pria yang mengawali karier politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang ini turut membandingkan penularan Covid-19 di Kota Malang.
"Buktinya di Malang sudah impas. Dengan Kota Malang sudah jauh," kata Sanusi.
Sanusi memaknai kritikan berdasarkan perspektif. Ada dua paradigma sudut pandang, positif dan negatif.
"Kritikan itu tergantung orang yang melihat. Mau di sisi negatifnya jadi negatif. Kalau dari sisi positifnya jadi positif," ujar Sanusi.
Seusai peristiwa menyanyi bersama biduan itu menjadi viral, Sanusi mengaku tetap berkomitmen melaksanakan protokol kesehatan.
"Jadi kita edukasi masyarakat biar imunnya kuat. Karena ternyata masker ini yang paling efektif membantu masyarakat," beber Sanusi.
Bakal Calon Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyanyikan lagu dangdut bersama dua orang biduan seusai deklarasi tim kampanye Malang Makmur, Kamis (6/8/2020). (TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO)
Terakhir, sebagai seorang kepala daerah, Sanusi mengkiaskan dirinya sebagai pelayan masyarakat.
"Bupati termasuk harus melayani masyarakat, selama itu positif jalankan saja," ungkap Sanusi.
Di sisi lain, data Satgas Covid-19 Kabupaten Malang memaparkan angka terkonfirmasi positif masih bertambah.
Data per 9 Agustus 2020 menunjukkan, penambahan pasien positif berjumlah 10 orang. Sehingga jumlah pasien terkonfirmasi menjadi 567 orang.
Satgas mencatat, pasien sembuh Covid-19 kini berjumlah 406 orang. Sedangkan 46 orang telah dinyatakan meninggal dunia.
Pasien yang menjalani perawatan saat ini berjumlah 118 orang.