Breaking News:

Berita Pamekasan

RAPI Pamekasan Bantu Frekuensi HT ke Santri MI Nurul Ulum 2, Permudah Belajar Daring dari Rumah

RAPI 19 Pamekasan memberikan bantuan frekuensi radio HT (Handy Talkie) untuk Santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum 2, Dusun Montor, Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan belajar dengan memanfaatkan jaringan HT, Selasa (11/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Jaringan internet di pelosok Pamekasan yang tidak selalu stabil, menyulitkan para santri untuk belajar secara daring.

Seperti yang dirasakan oleh Ustaz dan Santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum 2, Dusun Montor, Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Timbulnya kendala ini, Yayasan Az Zahri Teja Barat bersama RAPI 19 Pamekasan berinisiatif menggunakan frekuensi radio HT (Handy Talkie) yang dinilai lebih efisien dan hemat biaya.

Beredar Video Tak Senonoh Pasangan Remaja di Area Taman Bunga Sumenep, Begini Penjelasan Kasatpol PP

Kisah Pedih Cowok Ditinggal Nikah Viral, 11 Tahun Kandas Lalu Terima Undangan: Saya Datang saat Akad

Lesty Kejora Masuk Kriteria Wanita Idaman Rizky Billar, Saya Lagi Single Sudah Move On dari Dinda?

Suasana saat santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum 2, Dusun Montor, Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan belajar dengan memanfaatkan jaringan HT, Selasa (11/8/2020).
Suasana saat santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum 2, Dusun Montor, Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan belajar dengan memanfaatkan jaringan HT, Selasa (11/8/2020). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

"Kami siapkan 20 HT operasional, 1 RPU, dan 1 Rig Mobile untuk penguatan sinyal HT hingga 2 km. Jadi efektivitas guru dan murid dalam belajar terjamin dan murah," kata Ketua RAPI 19 Pamekasan, Budi Cahyono, saat ditemui TribunMadura.com ketika mendampingi proses pembelajaran di madrasah, Selasa (11/8/2020).

Sementara itu, Pengajar Kelas MI Nurul Ulum 2, Ustaz Ach Zainul Kafi mengaku terbantu dengan adanya program RAPI Peduli ini.

Sebab, sebelumnya ia harus mendorong para santri untuk mengambil tugas ke madrasah setiap hari, kemudian menyetor hasil tugasnya keesokan harinya, sehingga dirasa kurang efektif karena tidak semua santri menggunakan handphone.

"Dengan adanya fasilitas HT ini, kami tetap bisa melakukan belajar mengajar dengan jarak jauh dan tanpa biaya kuota juga. Siswa juga cepat beradaptasi untuk teknisnya karena simpel dan mudah," tutupnya.

Pria Sidoarjo Tewas Tergeletak di Ruang Tamu Rumah, Diperkirakan Meninggal Dunia Sejak 3 Hari Lalu

Jumlah Pasien Sembuh dari Virus Corona Kini 61 Orang, Kadinkes Banyuwangi: Jangan Beri Stigma Buruk

Pasangan Suami Istri di Kota Madiun Positif Covid-19, Sebelumnya Hasil Rapid Test Non-Reaktif

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved