Berita Pamekasan

Staf Ahli Menkumham Berharap Lapas Pamekasan Raih Predikat Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Staf Ahli Menkumham RI Bidang Hubungan Antar Lembaga, Agus Hariadi melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIA Pamekasan, Madura.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Agus Hariadi, Staf Ahli Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Bidang Hubungan Antar Lembaga saat memberikan sambutan di aula Gedung Mandhapa Raden Dhaksena Lapas Pamekasan, Kamis (13/8/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Agus Hariadi, Staf Ahli Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Bidang Hubungan Antar Lembaga, melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIA Pamekasan, Madura, Kamis (13/8/2020) malam.

Kunjungan yang dilakukan Agus Hariadi berserta rombongannya ini untuk memberikan penguatan perihal 'Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas Birokrasi Melayani (WBBM)'.

Saat tiba di Lapas Pamekasan, Agus Hariadi langsung disambut oleh Kepala Lapas Pamekasan, M Hanafi.

Download Lagu-lagu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia ke-75, MP3 dan MP4 Bisa Kamu Unduh di Sini!

Kumpulan Ucapan Selamat HUT RI ke-75, Cocok Dibagikan via WhatsApp, Instagram, Facebook dan Twitter

Gagal Berangkat karena Corona, Pemkab Ponorogo Anggarkan Umrah Gratis untuk Marbot Masjid Tahun 2021

Selepas itu, Agus Hariadi langsung menuju ke aula Gedung Mandhapa Raden Dhaksena Lapas Pamekasan untuk memberikan penguatan perihal 'Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas Birokrasi Melayani (WBBM)'.

Agus Hariadi mengatakan, predikat Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas Birokrasi Melayani (WBBM)) bisa tercapai apabila semua kesisteman yang ada di dalam Lapas Pamekasan bisa bekerja saling kolaborasi.

Menurut dia, tercapainya zona integritas WBK dan WBBM ini bukan hanya dilakukan oleh satuan kerja (Satker) saja, melainkan semua pihak yang bekerja di Lapas Pamekasan harus sejalan untuk memberikan pelayanan yang maksimal.

"Satker dan seluruh jajarannya harus mempunyai komitmen yang sama untuk mewujudkan WBK dan WBBM, hal itu harus sering di internalisasi," kata Agus Hariadi saat diwawancari TribunMadura.com usai memberikan penguatan di Lapas Pamekasan.

Staf Ahli yang akrab disapa Agus ini juga menyarankan, apabila Lapas Pamekasan ingin mendapat predikat Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas Birokrasi dan Melayani (WBBM), jangan hanya difokuskan kepada Kepala Satuan Kerja saja yang bekerja.

Melainkan, seperti Satpam yang berjaga di pintu masuk Lapas Pamekasan dan juga penghuni Lapas Pamekasan harus diberi tahu kalau Lapas Pamekasan sedang menuju zona integritas WBK dan WBBM.

Lain dari hal itu, kata Agus, Lapas Pamekasan juga harus sering-sering melakukan survei kepada pengunjung (masyarakat) atau mahasiswa untuk memberikan penilaian perihal pelayanan yang diberikan oleh Lapas Pamekasan.

Menurut dia, survei itu sangat penting untuk menjadi rujukan yang dapat menentukan hasil pada penilaian nasional apakah Lapas Pamekasan layak atau tidak mendapatkan predikat zona integritas WBK dan WBBM.

"Sebelum penilaian nasional dimulai, survei dari pengunjung dan mahasiswa itu kalau bisa sudah harus dilakukan sejak ini, sarannya.

Tak Puas dengan Gaji Bulanan, Buruh Pabrik di Gresik Nyambi Jualan Ganja, Diciduk Polisi di Warkop

Raffi Ahmad Panik Ditelpon Nagita Saat Tante Ernie Pemersatu Bangsa Datang Malam-Malam: Duh Gawat!

5 Kelurahan di Kota Surabaya Sudah Nol Kasus Covid-19, Angka Kesembuhan Pasien Terus Meningkat

Tidak hanya itu, Agus juga mengungkapkan, Sepetember 2020 mendatang, penilaian nasional zona integritas WBK dan WBBM di seluruh Lapas yang ada di Indonesia akan dimulai.

Kali ini, pihaknya mengaku datang berkunjung ke Lapas Pamekasan untuk memberikan penguatan dan pendampingan agar Lapas Pamekasan bisa mendapatkan predikat zona integritas WBK dan WBBM.

"Kami sudah memberikan masukan dan saran ke Lapas Pamekasan perihal kekurangan yang perlu diperbaiki," ucapnya.

"Mumpung ini masih ada waktu untuk diperbaiki terkait kekurangan sesuai masukan kami. Nanti misal ada tim penilaian nasional datang ke sini, biar enak dan hasilnya bisa maksimal," harapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved