Berita Malang

Polsek Sukun Bongkar Modus Pengiriman Paket Ganja Melalui Jasa Ekspedisi Barang & Kiriman Kereta Api

Polsek Sukun menangkap seorang pria asal Kota Malang karena kedapatan mengirim paket ganja melalui sebuah ekspedisi barang.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata didampingi Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni saat melakukan press rilis tersangka narkoba, Selasa (25/8/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Polsek Sukun menangkap seorang pria asal Kota Malang karena kedapatan mengirim paket ganja melalui sebuah ekspedisi barang.

Kasus ini terungkap ketika petugas perusahaan ekspedisi barang yang berada di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang menemukan sebuah paket barang mencurigakan pada Selasa (4/8/2020) siang.

Setelah dibuka dan diperiksa, didalam paket itu ternyata berisi ganja kering seberat 820 gram.

Dijadikan Tempat Pesta Miras, Warung di Bantaran Sungai Brantas Disegel Satpol PP Kota Kediri

Ramalan Zodiak Cinta Rabu 26 Agustus 2020, Pesona Virgo Menarik Pengagum, Cancer Singkirkan Stres

Empat Bupati di Madura Rapatkan Barisan Membangun Madura Bersama Badan Pengembangan Wilayah Suramadu

"Dari temuan itu, petugas kepolisian langsung bergerak untuk memeriksa siapa pengirim barang ganja kering tersebut," ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada TribunMadura.com, Selasa (25/8/2020).

Dari hasil penyelidikan, diketahui pengirim barang adalah tersangka Agus Adi Prastyo (inisial AAP) (37), warga Jalan Kolonel Sugiono, Kec. Sukun, Kota Malang.

Anggota Polsek Sukun langsung bergerak cepat menangkap tersangka AAP di kediamannya. Untuk dibawa ke Mapolsek Sukun untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari pengakuan AAP, diketahui barang haram itu milik tersangka Budi Wahyono (inisial BW) (38), warga Jalan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Petugas kemudian menangkap BW di rumahnya. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti narkoba ganja," tambahnya.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka BW adalah :

-) 5 plastik berisi ganja seberat 3,3 kg
-) 1 kotak alat pres kayu berisi ganja seberat 340 gram
-) 1 kotak plastik warna putih berisi ganja 350 gram
-) 1 plastik kresek hitam berisi ganja 444,01 gram
-) 1 buah HP Nokia
-) 2 buah timbangan
-) 1 cutter
-) 2 buah pak plastik bening
-) 1 buah lakban warna hitam.

Sehingga total barang haram yang diamankan oleh polisi adalah sekitar 4,5 kg ganja.

Diketahui tersangka BW mendapatkan ganja dari seseorang berinisial Z. Dimana ganja yang dikirim Z adalah seberat 10 kg.

"Ganja 10 kg itu dikirim melalui ekspedisi kereta api dari Jawa Tengah. Kemudian tersangka BW mengambil ganja itu di stasiun. Kami hanya dapat mengamankan 4,5 kg ganja dari tangan tersangka, karena sebagian ganja telah rusak saat pengiriman dan sebagian ganja lainnya telah dijual oleh tersangka," bebernya.

Reaksi Andhika Pratama hingga Gilang Dirga atas Pencalonan Giring Ganesha di Pemilihan Presiden 2024

Ramalan Zodiak Rabu 26 Agustus 2020, Gemini Kekasih Mentraktir Makan, Scorpio Hadapi Hari yang Suram

Sebanyak 1.800 Warga Tuban Tidak Menggunakan Masker, Pelanggar Diberi Sanksi Menyapu di Jalanan

Mantan Kapolres Batu itu juga menambahkan bahwa tersangka BW dan AAP bertugas sebagai pengedar dan kurir narkoba dari Z.

"Jadi pemesan narkoba akan menghubungi Z, kemudian Z menelepon tersangka BW. Tersangka BW kemudian memberitahu tersangka AAP. Tersangka AAP kemudian mengirimkan ganja kepada pemesan melalui ekspedisi pengiriman barang," ucapnya.

Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka terancam pidana penjara selama 20 tahun.

"Kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah maksimal 20 tahun penjara. Saat ini pelaku Z telah kami tetapkan menjadi DPO, dan kami kembangkan terus kasus ini," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved