Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Risma Wajibkan Seluruh Pegawai di Lingkungan Pemkot Surabaya Bawa Baju Ganti dan Bekal dari Rumah

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meminta seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya untuk membawa pakaian ganti ketika bekerja.

Thinkstockphotos
Ilustrasi baju dan pakaian 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meminta seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya untuk membawa pakaian ganti ketika bekerja.

Sebab, begitu sampai di kantor para pegawai wajib membersihkan diri dan mengganti pakaian.

Foto Kades Branta Pesisir Pamekasan Dicatut Penipu, Pelaku Berpura-pura Tawarkan Jasa Lelang Mobil

Bawa Senjata Api Tanpa Izin, Dua Pria Asal Palembang dan Kota Malang Diamankan Polisi

2 Anggota Polisi Diduga Disekap di Ponpes Sampang, Polda Jatim Angkat Suara: Masih Dilakukan Mediasi

Hal itu tertuang dalam surat edaran bernomor 800/7505/436.8.3/2020. Tepatnya di poin keempat yang tertulis "Wajib membersihkan diri dan mengganti pakaian ketika sampai di kantor dan sebelum pulang ke rumah".

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, ada beberapa pertimbangan mengapa surat edaran tersebut dikeluarkan. Di antaranya hasil analisa yang dilakukan oleh Satgas.

"Setelah tim Satgas melakukan analisa terhadap beberapa kejadian confirm positif, terutama terjadi di OPD, maka dikeluarkanlah surat edaran," kata Febri, Selasa (25/8/2020).

Menurut Febriadhitya Prajatara, segala macam antisipasi memang harus dilakukan. Apalagi, ada beberapa pakar yang menyebut jika penularan Covid-19 bisa saja lewat udara.

Selain itu, dalam surat tersebut pegawai juga diminta tidak menggunakan barang atau perlengkapan kantor milik orang lain. Serta disarankan membawa bekal sendiri dari rumah.

Satgas Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Tulungagung Mulai Bekerja Hari Ini

Prihatin dengan Anjloknya Harga Jual Ayam Pedaging, Kepala DKPP Pamekasan Siapkan Solusi Terbaik

Ponorogo Masuk Musim Kemarau, BPBD Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Tahunan

"Tidak saling bertukar makanan, apalagi harapannya bisa membawa makanan dari rumah. Karena steril makanan itu bisa terjaga karena dikontrol oleh orang itu sendiri," terang Febriadhitya Prajatara.

Dalam surat tersebut, jam kerja pegawai juga bakal diatur. Bisa berbagi shift atau WFH (Work From Home).

Menurut Febriadhitya Prajatara, hal itu nantinya bergantung pada kebijakan pimpinan di masing-masing OPD.

Namun khusus bagi pegawai yang dari luar kota harus menjalankan dinas dari rumah atau WFH.

Ketentuan itu nantinya bakal dibarengi dengan monitoring dari masing-masing Kepala OPD.

Apalagi, Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya menyiapkan aplikasi guna memonitoring terkait kinerja pegawai yang melakukan WFH.

"Surat edaran dikeluarkan mulai kemarin dan sudah ada beberapa OPD yang menerapkan," ujar Febri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved