Breaking News:

Berita Malang

Makin Mengerikan, Tiap Tahun Banyak Penyu Laut di Pantai Bajulmati Malang Mati akibat Sampah Plastik

Banyaknya sampah plastik ini membuat beberapa spesies terancam. Hal ini banyak dialami oleh penyu laut di Malang.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Anak penyu di Pantai Bajulmati 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Polusi plastik kini mencapai tahap yang memprihatinkan.

Banyaknya sampah plastik ini membuat beberapa spesies terancam. Hal ini banyak dialami oleh penyu laut.

Bagi penyu, kantong plastik terlihat seperti ubur-ubur yang lezat. Jaring ikan yang hanyut juga terlihat seperti rumput laut tak berbahaya.

Tapi jika penyu menelan sampah plastik atau terjerat jaring ikan, bisa sangat mematikan.

Meski Pakai Masker dan Jaga Jarak, Toilet Pesawat Bisa Jadi Penyebab Terbesar Penularan Covid-19

Promo Indomaret Senin 31 Agustus 2020, Diskon Harga Detergen, Camilan hingga Produk Beli 2 Gratis 1

Oscar Lawalata Putuskan Jadi Perempuan Seutuhnya, Terkuak Makna dari Nama Baru Asha Smara Darra

"Tiap tahun ada saja penyu mati akibat memakan plastik," kata Ketua Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Saturi ketika ditemui di Pantai Bajulmati.

Pernyataan Saturi itu didasarkan temuannya ketika membedah perut penyu yang mati di Pantai Bajulmati.

Setelah dibedah, penyu tersebut dimakamkan di salah satu area Pantai Bajulmati.

Jumlah SMK di Jawa Timur yang Menggelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Bertambah Jadi 529 Sekolah

Jadwal TV Hari Senin 31 Agustus 2020 TRANS 7 Trans TV MNC TV Indosiar GTV, Ada Film Now You See Me

Rayuan Maut Polisi Gadungan di Lamongan Ngajak Siswi SMP 2 Kali Berhubungan Badan, FB Jadi Pemicu

"Sebelum dikubur dibedah. Untuk mengeluarkan sampah-sampahnya," ujar Saturi.

Saturi memperingatkan agar wisatawan di Pantai Bajulmati tidak bertindak ceroboh. Ia meminta wisatawan sadar bahaya sampah plastik. Karena dengan membuang sampah sembarangan di pantai, sama saja berpeluang membunuh seekor penyu.

"Jangan membuang sampah plastik sembarangan. Buanglah pada tempat sampah. Kita terus edukasikan ini," beber Saturi.

Selain sampah plastik, Saturi meminta wisatawan tak membuat api unggun di sembarang tempat. Karena dikhawatirkan ada telur penyu di dalam pasir.

"Kami saat ini berupaya untuk selalu melakukan edukasi agar masyarakat memahami," jelas Saturi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved