Berita Viral
Polemik Kata Anjay, Kini Viral Pemuda Bernama Anjir, Ternyata Bukan Nama yang Sembarangan
Polemik kata anjay hingga kini masih menjadi pembahasan warganet. Di tengah polemik itu, kini viral pemuda yang bernama Anjir.
TRIBUNMADURA.COM - Polemik kata anjay hingga kini masih menjadi pembahasan warganet.
Bahkan, disebut-sebut kata anjay akan berpotensi pidana.
Di tengah polemik itu, kini viral pemuda yang bernama Anjir.
Anjir merupakan salah satu plesetan dari kata anjay.
Nama itu dinilai warganet unik dan berbeda dibandingkan yang lainnya.
• Harga Oppo di Awal September 2020, Mulai Oppo A1K, Oppo A9, Oppo Reno Hingga Oppo A92
• Katalog Promo Alfamart Rabu 2 September 2020, Diskon Beras, Kecap hingga Detergen Rinso Rp 15.900
• Tak Punya Kartu Tani, 31.021 Petani di Ponorogo Terancam Tidak Dapat Pupuk Subsidi dari Pemerintah
Pemuda bernama Anjir Faghnawy Achmada sempat panik saat namanya terus menerus menjadi viral.
“Awal ramai di Twitter sih saya cuma bisa tertawa,” kata pemuda yang berdomisili di Jombang, Jawa Timur, kepada Tribunnews.com ( TribunMadura.com network ), Selasa (1/9/2020).
Dia mengaku mendapat beberapa direct message (DM) setelah namanya viral.
“Saya mulai panik.
Soalnya baru pertama kali sampai kayak gini,” ucapnya.
Anjir bangga dengan namanya karena pemberian dari kedua orang tuanya.
"Saya enggak masalah, masak teman atau saudara saya dipidana cuma gara-gara manggil nama saya," katanya sambil bergurau.
Tak Masalah Ditertawakan
Dia mengaku sering menjadi bahan tertawaan hingga ejekan rekan-rekannya.
"Tapi kalau ledekan sih sudah terbiasa.
Yah saya, kan, orangnya suka lihat orang lain tertawa walaupun itu harus mengejek saya asalkan teman-teman bisa tertawa ya enggak masalah," ujarnya.
• Jika Jadi Pindah ke Juventus, Suarez Bakal Jadi Pemain Gaji Terbanyak di Bawah Cristiano Ronaldo
• Beredar Foto Rizky Billar Bertemu dengan Ayah Kandung dan Ajak Lesti Kejora, Ini Respon Si Pedangdut
Miliki Makna Mendalam
Rupanya nama bukan sekadar main-main belaka.
Anjir Faghnawy menerangkan ada makna mendalam di dalamnya.
"Nama saya ini diambil dari nama salah satu penulis tariqot nasabandi.
Namanya Mahmud Al-anjir Faghnawy," ucapnya.
Maknanya adalah menyebarkan keharuman itu lebih terpuji.
Adapun nama Anjir Faghnawy diambil dari bahasa ibrani dan Achmada dari bahasa Arab.
"Saya rasa orang tua saya tidak main-main dalam memberikan nama," kata Anjir. (Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Nuryanti)
Kontroversi Anjay
Lutfi Agizal akhirnya mengakhiri pembahasan konten terkait kata Anjay di kanal YouTube-nya.
"Saya ingin menyudahi pembahasan kata anjay ini di konten Youtube saya," jelas Lutfi Agizal.
Pernyataan tersebut diungkapkan Lutfi dalam sebuah video yang ia unggah di kanal YouTube- nya yang berjudul "Klarifikasi: AKhir Kisah Anja*y.. "Bahasa Menunjukkan Bangsa".
Seperti diketahui, belakangan ini kata anjay menjadi bahan perbincangan publik setelah Lutfi Agizal membahasanya dengan mendatangkan sejumlah narasumber.
Lutfi bermaksud mengupasnya dari beragam lima sisi, termasuk dari pemuka agama hingga lawyer.
Namun baru dua narasumber yang ia datangkan sejauh ini, yakni ahli bahasa dan psikolog, konten yang ia buat tersebut mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Kontennya menuai pro kontra, ada yang mendukung namun banyak pula yang mengkritik karena hal itu dirasa tidak penting.
Sadar mendapat sorotan yang kuat, kini Lutfi pun menyatakan akan menghentikan pembahasan kata anjay dan tak akan meneruskannya.
"Dikarenakan terjadi banyak hal dan banyaknya masukan kepada saya, saya tentunya tidak ingin mempermasalahkan dan menjadikan ini sebuah masalah yang jauh lebih besar," ungkap Lutfi dalam pernyataanya.
Ia sudah tak mau ikut campur jika nanti kedepannya ada instansi, LSM atau lembaga pemerintahan yang melanjutkan pembahasan tentang kata anjay itu.
"Apabila ada instansi ada LSM atau lembaga pemerintahan yang ingin melanjutkan untuk mengkaji atau membahas mengenai fenomena yang viral ini, saya kembalikan kepada pihak-pihak tersebut, namun saya pribadi sudah tidak akan membahas ini lagi," terangnya.
Setelah pembahasannya bersama dua narasumber, Lutfi menyadari jika kata anjay adalah kata yang bersifat multitafsir.
"Demi kenyamanan kita bersama dikarenakan setelah saya rilis dari dua narasumber ini terdapat dua hal yang saya tangkap, yaitu kata anjay ini memiliki multi tafsir yang bisa diartikan A dan bisa diartikan B," kata Lutfi.
"Namun juga penggunaan kata-kata ini harus melihat pada kondisi tujuan untuk melihat kalimat tersebut, tentunya bisa kalimat positif bisa juga untuk menyakiti ataupun hal negatif," sambungnya.
Lutfi pun minta maaf jika konten yang ia buat tersebut malah menjadikan permasalahan dan menyakiti hati pihak lain.
"Maksud dari tujuan saya untuk mengangkat konten edukasi ini bukan untuk memecahbelahkan bangsa ini, justu saya hadir ini hanya untuk memberikan sudut pandang yang lain, kalau dirasa menjadi sebuah permasalahan menjadi hal yang menyakiti hati, saya dan tim saya mohon maaf sebesar-besarnya," tuturnya.
"Dan apabila kalian ingin tetap menggunakan kata-kata tersebut, saya mohon untuk dapat digunakan di tempat yang tepat, semoga tidak ada orang yang merasa tersakiti dengan kalimat-kalimat ataupun ucapan-ucapan yang kita omongkan," terang Lutfi.
(Tribunnews.com/Tio)