Breaking News:

Berita Lumajang

Program Guru Sambang di Lumajang Tetap Berjalan Meski Ada Bantuan Kuota Internet untuk Siswa

Gusam akan tetap dilanjutkan lantaran tidak semua siswa di Kabupaten Lumajang bisa mengakses internet.

TRIBUNMADURA.COM/Tony Hermawan
Bupati Lumajang Thoriqul Haq, saat ditemui, Kamis (3/9/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memastikan program Guru Sambang ( gusam ) siswa sekolah di Kabupaten Lumajang akan terus dilakukan.

Thoriqul Haq mengatakan, gusam akan tetap berjalan meski setiap siswa sekolah mendapat kuota internet gratis dari pemerintah.

"Oke daring bisa dilakukan tapi tidak semua bisa mendapatkan fasilitas daring," kata Thoriqul Haq, Kamis (3/9/2020).

Program Gusam Siswa Berjalan, Guru SD di Lumajang Diduga Terpapar Virus Corona: Punya Gejala Serupa

Persiapan Pembentukan Provinsi Madura Diminta Tak Cuma Bahas Pemekaran Wilayah, Ada Penguatan SDM

Dukung Gerakan Jatim Bermasker, Ibu Bhayangkari Larangan Pamekasan Bagikan Ratusan Masker ke Warga

"Desa saya saja mau download gambar saja muter gak selesai-selesai apalagi video apalagi buat aplikasi berbasis video ya gusam jadi solusinya," ucapnya.

Ia menuturkan, gusam akan tetap dilanjutkan lantaran tidak semua siswa di Kabupaten Lumajang bisa mengakses internet.

Penyebabnya, lanjut dia, masih banyak desa di belum bisa menikmati jaringan internet secara bebas.

"Orang di desa-desa ada paket data saja dia tidak bisa mendapatkan akses jaringan," ungkap dia.

"Mau dikasih berapa saja paket data untuk belajar online mana bisa, wong gak ada jaringannya," kata Thoriq.

Meski begitu, orang nomor satu di Lumajang ini juga menyadari bahwa gusam bukanlah program yang sempurna. 

Dilema Belajar dari Rumah secara Online Siswa Sampang, Pinjam Ponsel Tetangga hingga Iuran Sewa Wifi

Dirinya tetap meyakini belajar di sekolah lebih efektif siswa untuk melakukan proses pendewasaan sosial. 

"Memang gusam bukan jadi program yg sempurna sebagaimana harapan banyak orang yang sempurna tetap masuk sekolah tapi kan sampai hari ini belum diperbolehkan," ucapnya.

Sementara itu, saat disinggung ada dua guru pelaksana gusam terpapar, dirinya mengaku sudah melakukakan evaluasi. 

Namun kata dia, evaluasi ini bukan untuk menghentikan program gusam.

"Evaluasi iya. Tapi tidak semerta-merta evaluasi gebah uyah (pukul rata) semua dijadikan persoalan kalau ada yang terpapar ya karantina, lah yang ndak ya tetap jalan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved