Breaking News:

Berita Mojokerto

Dua Pusat Perbelanjaan di Mojokerto Didenda, Ketahuan Langgar Protokol Kesehatan saat Masa Pandemi

Dua pengelola pusat perbelanjaan di Kota Mojokerto diberi sanksi berupa denda masing-masing senilai Rp 200 ribu.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Tim gabungan bersama Satpol PP Kota Mojokerto saat melakukan patroli penegakan Inpres Nomor 6 tahun 2020 (Jatim Bermasker) di sejumlah pusat perbelanjaan Kota Mojokerto, Sabtu (5/9/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Satpol PP Kota Mojokerto bersama tim gabungan menindak dua pengelola pusat perbelanjaan yang kedapatan melanggar penerapan protokol kesehatan dan tidak patuh pakai masker.

Kedua pengelola pusat perbelanjaan di Kota Mojokerto itu diberi sanksi berupa denda masing-masing senilai Rp 200 ribu.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menjelaskan, pengelola pusat perbelanjaan itu didenda senilai Rp 200 ribu lantaran melanggar sesuai Perwali Nomor 55 tahun 2020.

"Dua pengelola swalayan membayar denda senilai Rp 200 ribu langsung ke DPPKA (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset) Kota Mojokerto," ungkapnya, Sabtu (5/9/2020).

Dodik mengatakan, pihaknya memberikan tenggang waktu selama tujuh hari terhitung sejak sanksi diberikan agar pengelola swalayan melengkapi sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan, termasuk patuh pakai masker bagi pengunjung maupun karyawannya.

"Namun jika dalam tujuh hari mendatang belum melengkapi maka kami pastikan akan dikenakan denda lagi," tegasnya.

Menurut dia, kegiatan patroli bersama penegakan Inpres Nomor 6 tahun 2020 (Jatim Bermasker) dilakukan di tiga tempat perbelanjaan yaitu di Sanrio Jalan Bhayangkara, Superindo dan Sultan Keraton Jalan Majapahit.

"Pelaksanaan patroli kami mendapati pengunjung swalayan (Sanrio, Red) yang tidak mengenakan masker dalam kondisi belanja di dalam pusat perbelanjaan tersebut," jelasnya.

Ditambahkannya, kegiatan patroli di swalayan Sultan Keraton di Jalan Majapahit itu pihaknya mendapati sarana dan prasarana belum memenuhi protokol kesehatan.

Adapun sarana dan prasarana tidak sesuai protokol kesehatan yaitu pintu masuk dan keluar pengunjung tidak diperbolehkan dijadikan satu sehingga harus terpisah untuk menjaga jarak.

"Petugas keamanan yang mengecek suhu tubuh pengunjung serta sarana cuci tangan tidak memadai dan tidak ada garis atau pembatas di area antrean," tandasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved