Demo Driver Ojol di Surabaya
Aksi Turun Jalan Ribuan Driver Ojek Online Membuahkan Hasil Kesepakatan dengan Pemerintah
Unjuk rasa yang diikuti ribuan driver ojek online dengan tema Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jilid 2 menghasilkan kesepakatan.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM - Unjuk rasa yang diikuti ribuan driver ojek online dengan tema Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jilid 2 menghasilkan beberapa kesepakatan.
Antara lain, Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk driver online akan dikucurkan. Dengan catatan belum masuk dalam program bantuan manapun juga.
Mekanisme pendataan, pihak Frontal dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur akan berkoordinasi secara intensif.
Untuk legalitas R2 (ojol), Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur akan segera bersurat ke Kementerian Perhubungan untuk mengeluarkan keputusan Menteri Perhubungan.
• Beredar Kabar Soal Jadwal Operasi Penegakan Protokol Kesehatan di Kota Malang, Sutiaji: Itu Hoaks
• Angka Pernikahan Usia Dini Naik Dua Kali Lipar di Kabupaten Ponorogo Selama Pandemi Covid-19
• Keputusan Gisella Anastasia Ceraikan Gading Marten, Pemikiran yang Salah hingga Tak Melibatkan Tuhan
Sedangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur juga akan kirimsurat kepada Kemenkominfo atas ketidakkooperatifan aplikator transportasi online (Grab, Gojek, Deliveree, Maxim, Indriver) terkait permasalahan yang terjadi di Jawa Timur, sehingga perlu ketegasan dalam pembinaan dan pengawasannya.
Tak hanya itu, dalam seminggu ke depan, Diskominfo Provinsi Jawa Timur juga memanggil aplikator untuk konsolidasi bersama perwakilan dari Frontal.
Terkait, masalah tindakan kekerasan yang dialami oleh driver online baru-baru ini di Surabaya, akan dilaporkan kepada Direktur Intelejen Polda Jatim. Serta, perwakilan dari Frontal diberikan kesempatan menghadap untuk mengakomodir laporan tersebut.
Hasil dari mediasi yang berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan ini dihadiri oleh Tim 12 Frontal.
Daniel Lukas Rorong, Humas Frontal Jilid 2, mengaku lega dan bersyukur atas hasil akhir dari demo yang berlangsung hari ini.
"Alhamdulillah, ada hasil signifikan. Semoga semuanya dapat berjalan lancar dan terealisasi sesuai rencana," kata Daniel, Rabu pagi (16/9/2020).
Aksi demo damai yang diikuti driver online yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Daring Indonesia (HIPDA), Asosiasi Driver Online (ADO) Jawa Timur, Perkumpulan Armada Sewa (PAS) Indonesia, Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur dan juga komunitas atau paguyuban driver online lain yang berasal dari berbagai daerah di Jatim ini sendiri sempat memacetkan jalanan protokol di Surabaya.
Di awali dari frontage Ahmad Yani sisi barat di samping Cito, ribuan ojol dan taksi online ini melakukan konvoi.
Menempuh rute Jalan Ahmad Yani hingga Pahlawan. Dengan sasaran yakni Kantor Dishub Jawa Timur, Kantor Diskominfo Jawa Timur, Kantor Polda Jawa Timur, Kantor KPPU Jawa Timur, Kantor Aplikasi Grab di Jalan Pemuda dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan.
Akibatnya, timbul kemacetan yang cukup parah di rute yang dilalui peserta aksi.
• Tak Patuh Protokol Kesehatan di Kota Blitar, Delapan Kafe Dikenai Sanksi Tindak Pidana Ringan
• Profil-Biodata Oh In Hye, Aktris yang Diduga Bunuh Diri, Pernah Tampil Tanpa Busana di Film Pertama
• Tak Patuh Protokol Kesehatan di Kota Blitar, Delapan Kafe Dikenai Sanksi Tindak Pidana Ringan
"Saya atas nama rekan-rekan yang melakukan aksi kemarin meminta maaf yang sebesar-besarnya pada masyarakat Surabaya," ucap Daniel yang juga Humas "Perhimpunan Driver Online Indonesia" (PDOI) Jawa Timur.
Selama berlangsungnya demonstrasi, para driver online juga sepakat off bid (mematikan aplikasi untuk tidak mengangkut penumpang atau barang) hingga tuntutan dipenuhi.