UU Cipta Kerja

Sunda Empire Trending di Twitter Usai UU Cipta Kerja Disahkan, Warganet Sarkas: We Need Sunda Empire

Sunda Empire yang sempat menghebohkan Indonesia kini kembali trending di Twitter. Banyak yang mencuitkan Sunda Empire setelah UU Cipta Kerja disahkan

Editor: Aqwamit Torik
KompasTV
Petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana 

TRIBUNMADURA.COM - Sunda Empire yang sempat menghebohkan Indonesia kini kembali viral dan trending di Twitter.

Kali ini warganet banyak yang mencuitkan Sunda Empire setelah UU Cipta Kerja disahkan.

Banyak dari mereka yang mencuitkan soal pemimpin Sunda Empire.

Cuitan Sarkas juga dilontarkan.

‎Sunda Empire trending topic di Twitter, Selasa (6/10/2020) ini. 

Kemunculannya pasca pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR.

Wawancarai Kursi Kosong, Najwa Shihab Bakal Dipolisikan Relawan Jokowi, Dianggap Permalukan Jokowi

Calon Pria Telat Datang ke Pernikahan Bikin Calon Wanita Kesal, Calon Pria Langsung Diganti Tetangga

Netizen kebanyakan bertanya soal kondisi negara ini dan menyangkutpautkan dengan Sunda Empire.

Akun @persayphone misalnya mencuit di Twitter, "setelah pemimpin sunda empire ditangkap, everything goes downhill. coincidence? i don't think so.

Rata-rata memang tidak serius saat mencuit.

"this all happened after the leader of the sunda empire left we need Sunda empire for this country rn," tulis akun @aikim27

Saat ini para petinggi Sunda Empire tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bandung.

Tiga terdakwa kasus membuat keonaran Sunda Empire sedang menyusun pembelaan seusai dituntut pidana penjara oleh jaksa Kejati Jabar, Sukanda, dengan tuntutan selama 4 tahun pada Selasa 22 September di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung.

Sidang pembelaan akan digelar dua pekan lagi.

Jaksa Sukanda mengatakan, ‎para terdakwa yakni Nasri Banks, Rd Ratnaningrum, dan Rangga Sasana dianggap terbukti melakukan tindak pidana Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 1 Tahun 1946.

Pasal itu mengatur perbuatan barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved