Breaking News:

Berita Surabaya

PT KAI Imbau Warga Patuhi Peraturan di Perlintasan Kereta Api, Ada Denda Rp 750 Ribu bagi Pelanggar

Ada sanksi denda bagi pelanggar peraturan berlalu lintas di perlintasan kereta api.

TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Kondisi mobil yang ditabrak KA Matarmaja di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Gedog, Kota Blitar, Minggu (30/8/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - PT KAI Daop 8 Surabaya mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan berdisiplin mematuhi peraturan berlalu lintas ketika melintas di perlintasan sebidang.

Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto menyebut, ada sanksi denda bagi pelanggar peraturan berlalu lintas di perlintasan kereta api.

"Sekali lagi saya ingatkan kepada para pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu lalu lintas saat melintasi perlintasan sebidang kereta api akan dikenakan denda hingga Rp 750.000," ujar Suprapto saat melakukan pengecekan kondisi rel diperlintasan KA Sidoarjo daerah dekat lumpur lapindo, Selasa (6/10/2020).

Kata Suprapto, aturan tersebut telah diatur di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angutan Jalan (LLAJ).

"Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berperilaku disiplin di perlintasan sebidang,” harapnya.

Ia juga mengatakan, denda sebesar 750 ribu rupiah terkait pelanggar lalu lintas perlintasan KA sejatinya telah tertuang dalam pasal 296.

"Pada pasal 296 berbunyi bahwa, Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)," terangnya.

Tak hanya pasal 296, kata Suprapto, adapula pasal 114, yang menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api.

Berkaca dari kesemua hal itu Suprapto menegaskan ketika sudah ada tanda-tanda mendekati perlintasan sebidang KA, setiap pengguna jalan diharuskan untuk mengurangi kecepatan dan berhenti.

“Jadi sebelum melewati perlintasan rel kereta api, alangkah baiknya tetap untuk menengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang akan melintas," lanjut dia.

"Jika ada kereta yang akan melintas, maka pengendara wajib mendahulukan perjalanan kereta api dan aturan ini juga sesuai oleh UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 yang menyatakan bahwa pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved