Breaking News:

Berita Kediri

7 Perusuh Demo Tolak UU Cipta Kerja Ditahan, Polres Kediri: Mengumpulkan Batu untuk Lempari Petugas

Polres Kediri akhirnya mengungkap tujuh perusuh yang membuat kerusuhan dalam aksi demo UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri.

TRIBUNMADURA.COM/FARID MUKARROM
Oknum Diduga Pelaku yang Hendak Melakukan Aksi Kerusuhan di Depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Kepolisian dari Resmob Satreskrim dan Satreskrim Intelkam Polres Kediri akhirnya mengungkap tujuh perusuh yang membuat kerusuhan dalam aksi demo UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Senin (12/10/2020).

Ketujuh oknum tersebut diamankan pada saat ratusan massa dari perwakilan mahasiswa Kediri menggelar demo aksi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono menjelaskan, dari hasil introgasi personel, terdapat dua kelompok yang diduga akan melakukan kerusuhan di kantor DPRD Kabupaten Kediri.

Baca juga: Bocor Konsep Pernikahan Atta dan Aurel, Undang Subscriber Youtube, Nikita Mirzani: Itu Keren Banget

Baca juga: Dikeroyok 100 Pengacara Pendukung Puan Maharani, Nikita Mirzani Tantang Balik, Iwan Fals: Wah Repot

Baca juga: Hasil Swab Test Bek Arema FC Caio Ruan Negatif Covid-19, Dipastikan Bergabung Latihan Bersama Tim

"Satu kelompok berasal dari Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri yaitu WP (16), AS (15), dan AM (21)," jelasnya.

Berdasarkan keterangan ketiganya, awal mula Sdr. WP mengajak AM dan AS dengan maksud untuk mengikuti demo aksi tolak UU Cipta Kerja dengan mengendarai sepeda motor.

"AM yang mendapat kiriman gambar info tentang mosi tidak percaya DPR dari temannya T sehingga tergerak untuk ikut ajakan WP," ujarnya.

Setibanya di lokasi demo, lanjutnya, Sdr. AM segera bergabung dengan aliansi mahasiswa yang sedang melakukan orasi, sedangkan WP dan AS saat itu masih duduk di pinggir trotoar sambil mengamati.

Kemudian, kata Kapolres Kediri, WP mulai mengumpulkan batu di pinggir trotoar dan sebagian diserahkan AS.

"Batu-batu tersebut ditaruh di pinggir trotoar oleh WP dan AS, rencananya akan digunakan untuk melempari petugas yang sedang melaksanakan pengamanan demo bilamana demo tersebut eskalasinya meningkat," imbuhnya.

Sementara kelompok kedua, lanjut AKBP Lukaman S.I.K, berasal dari Kabupaten Nganjuk, yaitu MR (20), MI (14), dan AN (19) asal Kecamatan Tanjunganom, serta JH (19) asal Kecamatan Ngronggot.

"Dari hasil introgasi, pada Minggu (11/10/2020) JH dan AN yang tergabung dalam aliansi mahasiswa PMII mendapat kabar bahwa akan ada kegiatan aksi demo oleh PMII dalam rangka tolak UU Ciptakerja yang akan dilaksanakan pada Senin (12/10/2020), kemudian JH mengajak GL (saat ini belum diamankan)," ujarnya.

Baca juga: Pengorbanan Nia Ramadhani untuk Ardi Bakrie Diekspos, Pergi dan Pacaran ke Bali: Pakai Uang Sendiri

Baca juga: Ketakutan Ardi Bakrie Soal Kehidupan Rumah Tangga, Suami Nia Ramadhani Tak Mau Cerai: Nanti Nyesel

Baca juga: Jadwal Acara TV Lengkap Hari Selasa 13 Oktober di RCTI SCTV Trans TV GTV Kompas TV Trans7 TV One

Halaman
12
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved