Breaking News:

Berita Sampang

Sudah Mulai Turun Hujan, BPBD Sampang Tetap Dropping Air ke Desa yang Kekeringan, Begini Alasannya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Madura terus mendroping hingga ratusan tangki air bersih kepada 87 desa terdampak kekeringan kritis

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
BPBD Sampang saat melakukan droping air bersih ke desa terdampak kekeringan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Madura terus mendroping hingga ratusan tangki air bersih kepada 87 desa terdampak kekeringan kritis.

Padahal, sejak beberapa hari kemarin sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Sampang sudah dilanda hujan.

Kepala BPBD Sampang, Anang Djoenaidi mengatakan, upaya penanggulangan tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab yang harus diselesaikan.

Sebab, dalam SK penanggulangan bencana kekeringan tahun ini tertera bahwa, pihaknya  mendroping air bersih selama dua bulan, mulai September hingga Oktober 2020.

Baca juga: Tragis Kisah Cinta Terlarang Kakak - Adik Ipar, Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang: Terancam Penjara

Baca juga: Jadwal Pengumuman Hasil Tes CPNS 2019, Ini Syarat Pemberkasan Peserta yang Dinyatakan Lolos Seleksi

Baca juga: Alasan Salsha Ingin Jodohkan Denise dengan Lutfi Agizal, Feni Rose Sampai Syok: Aku Speechless

Adapun, upaya yang sudah dilakukan hingga saat ini masih berjalan 30 persen dan ditarget akan selesai sesuai jenjang waktu di SK.

"Jumlah air bersih yang disalurkan sebanyak 390 tangki kepada 87 desa berstatus kering keritis," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (21/10/2020).

Sedangkan, untuk cuaca saat ini di Kabupaten Sampang kata pria yang juga menjabat Plt. Bakesbangpol itu masih belum menandakan musim penghujan meskipun, beberapa wilayah kecamatan diguyur hujan.

Menurutnya, turunnya hujan saat ini merupakan status musim kemarau basah.

"Untuk prediksi BMKG Surabaya, musim hujan akan jatuh di bulan November mendatang," terangnya.

Maka dari itu, proses droping air bersih ke desa kering kritis terus dilakukan karena sejumlah sumber mata air kondisinya masih kering.

"Jadi droping air bersih tetap dibutuhkan karena dikhawatirkan turunnya hujan saat ini masih sementara," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved