Breaking News:

Berita Pemekasan

Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-490 Jadi Ajang ASN dan Staf Pamer Baju Bangsawan Madura dan Marlena

Pemkab Pamekasan menginstruksikan kepada seluruh ASN, OPD dan Forkopimda untuk mengenakan pakaian adat Madura mulai 3 November hingga 6 November 2020.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (kiri) saat memakai baju pesak khas Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan menginstruksikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), OPD, Forkopimda dan Forkopimka yang bekerja di lingkungan Pemkab setempat untuk mengenakan pakaian adat Madura mulai 3 November hingga 6 November 2020.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, diwajibkannya para ASN dan staf yang bekerja di lingkungan Pemkab Pamekasan untuk memakai pakaian adat Madura ini, sebagai wujud rasa cinta terhadap budaya Kabupaten Pamekasan.

Sekaligus dalam rangka memperingati dan merayakan Hari Jari Pamekasan ke-490.

Baca juga: Polwan Polres Pamekasan Bagikan Masker dan Hand Sanitizer Gratis ke Pengendara Motor & Tukang Becak

Baca juga: Pamekasan Sehat Bersih Barokah Gelar Khitanan Massal Gratis di Desa Akkor, Kerjasama dengan JCP

Baca juga: VIRAL VIDEO Pria Jadi Kuli Bangunan Demi Beli Boneka untuk Pacar, Endingnya Malah Diselingkuhi

"Pemkab Pamekasan akan menggelar Pekan Budaya Madura, dengan itu saya menginstruksikan kepada seluruh aparatur yang bekerja di lingkungan Pemkab Pamekasan agar memakai pakaian adat Madura," kata Baddrut Tamam kepada TribunMadura.com.

Bupati yang akrab disapa Ra Baddrut ini menjelaskan, khusus tanggal 3 - 4 November 2020, bagi aparatur dan staf pria yang bekerja di lingkungan Pemkab Pamekasan diwajibkan memakai baju pesa', bersarung batik atau pesa' gombor dan odheng satorjoan.

Sedangkan untuk perempuan, memakai Kebaya Marlena dan berjilbab saat jam kerja.

Sementara, khusus tanggal 5-6 November 2020, bagi aparatur dan staf pria yang bekerja di lingkungan Pemkab Pamekasan diwajibkan memakai baju bangsawan Madura, Beskap atau rasoghan.

Sedangkan untuk wanita, memakai Ghadhala Ghirit saat jam kerja.

"Kepada Camat, Lurah dan Desa agar menyebarkan isi edaran yang sudah kami berikan ke sekolah, kelurahan, dan desa masing-masing," tutupnya.

Baca juga: Daftar 95 Kelurahan di Surabaya Berhasil Catat Nol Kasus Covid-19, Balongsari hingga Medokan Ayu

Baca juga: Kabar Gembira, 95 Kelurahan di Surabaya Catat Nol Kasus Covid-19, Pasien Sembuh Ikut Bertambah

Baca juga: Kecewa Permasalahan E-Warong Amburadul, Alpart Serahkan Daster dan Rok untuk Sekda Pamekasan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved