Virus Corona di Trenggalek

Cegah Covid-19 Meluas, Ratusan Santri Sehat di Ponpes Anwarul Haromain Trenggalek Dipulangkan

Ratusan santri di Pondok Pesantren Anwarul Haromain di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek dipulangkan ke rumah masing-masing, Senin (16/11/2020).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
Proses pemulangan para santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Anwarul Haromain untuk menghindari penularan Covid-19, Senin (16/11/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - Ratusan santri di Pondok Pesantren Anwarul Haromain di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek dipulangkan ke rumah masing-masing, Senin (16/11/2020).

Alasan pemulangan santri ini setelah ditemukan kasus puluhan santriwati di Ponpes Anwarul Haromain tersebut terpapar Covid-19.

Mereka yang dipulangkan adalah santri yang dinyatakan sehat dan telah menjalani karantina selama 14 hari.

Kepulangan para santri itu dilakukan secara bergantian dalam sehari. Mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar 15.30 WIB.

Pengasuh Ponpes Anwarul Haromain, Bahrul Munir, menjelaskan, seluruh santri sehat di pondok pesantren dipulangkan. Baik santri laki-laki, maupun santri perempuan.

Pemulangan santri laki-laki sudah berlangsung sehari sebelumnya. Menyusul santri perempuan di hari ini.

“Untuk yang sehat, dipulangkan,” kata dia.

Kasat Binmas Polres Trenggalek AKP Suyono, yang berada di ponpes mengawal proses pemulangan santri, menjelaskan, sistem pemulangan berlangsung bergantian.

“Prosesnya, wali santri masuk dari pintu timur, mengambil santrinya, lalu keluar dari pintu barat. Alhamdulillah sampai siang ini, pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Suyono.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek Saeroni menjelaskan, seluruh santri yang dipulangkan telah menjalani rapid test dan hasilnya nonreaktif.

Mereka juga telah menjalani karantina di pondok selama dua pekan.

Meski para santri yang pulang dinyatakan aman dari paparan Covid-19, pihaknya tetap mengoordinasikan kepulangan para santri dengan pihak desa.

“Kami pulangkan ke desa (masing-masing). Habis itu, kami ada pengawasan dari Satgas di desa,” tutur Saeroni.

Ia berpesan agar para santri taat melaksanakan protokol kesehatan di rumah masing-masing. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekadar informasi, jumlah santriwati di ponpes tersebut sebanyak 522 orang. Dinas Kesehatan telah menjalankan rapid test kepada 432 santriwati. Jumlah sisanya telah menjalani swab test langsung.

“Dari 123 yang reaktif, kami sudah pisahkan. Kami lakukan karantina di ponpes, selanjutnya akan dilakukan swab,” kata Saeroni.

Data terakhir menunjukkan, jumlah santri yang terpapar Covid-19 di ponpes tersebut sebanyak 77 orang. Dari jumlah itu, 17 sudah dinyatakan sembuh. Sebagian besar yang sembuh sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Setidaknya tiga santri sembuh kembali ke ponpes karena tempat tinggalnya jauh. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved