Breaking News:

Gubernur Lemhanas Dukung Pangdam Jaya Soal Habib Rizieq: Harus ada yang berani Lawan Habib Rizieq

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lemhanas mengaku setuju dan mendukung sikap Pangdam Jaya terhadap penurunan baliho Habib Rizieq tersebut.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI AD, Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah), seusai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi. 

TRIBUNMADURA.COM - Viral video prajurit TNI menurunkan baliho bergambar Habib Rizieq.

Hal tersebut menjadi sorotan banyak pihak.

Diketahui, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman yang memerintahkan prajurit TNI untuk menurunkan baliho bergambar Habib Rizieq.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lemhanas mengaku setuju dan mendukung sikap Pangdam Jaya terhadap penurunan baliho tersebut.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo setuju dan mendukung sikap Pangdam Jaya pada imam besar FPI tersebut.

Baca juga: Wapres Trending Twitter Rencana Bertemu dengan Habib Rizieq, Denny Siregar dan Fadli Zon Berkomentar

Baca juga: Spoiler One Piece 996 Pulau dari yang Terkuat, Tugas Luffy untuk Yamato, Lalu Kemana Luffy?

Baca juga: Pamit ke Rumah Mantan, Jasad Pria ini Ditemukan Dicabik Biawak oleh Pemancing, Simak Kronologinya

Agus mengatakan harus ada yang berani melawan karena menurutnya apa yang telah dikatakan Habib Rizieq terhadap negara, pemerintah, dan khususnya TNI sudah keterlaluan.

"Secara politis saya setuju. Harus ada yang berani melawan Habib Rizieq. Karena apa yang dia katakan itu sudah keterlaluan, terutama kepada TNI. Jadi secara politik, harus ada yang bisa melawan dia dan itu ditunjukkan oleh Pangdam Jaya beserta anak buahnya," kata Agus ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (20/11/2020).

Anggota DPR RI Abraham Lunggana atau karib disapa Haji Lulung kecewa dengan tindakan TNI yang ikut mencopot baliho bergambar dirinya pada Jumat (20/11/2020). Padahal baliho yang ia pasang berisi kampanye ajakan patuh protokol kesehatan, dan terpasang di poskonya sendiri, Jalan Jalan H. Fachrudin Nomor 7, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Anggota DPR RI Abraham Lunggana atau karib disapa Haji Lulung kecewa dengan tindakan TNI yang ikut mencopot baliho bergambar dirinya pada Jumat (20/11/2020). Padahal baliho yang ia pasang berisi kampanye ajakan patuh protokol kesehatan, dan terpasang di poskonya sendiri, Jalan Jalan H. Fachrudin Nomor 7, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Dok. Pribadi Anggota DPR RI Abraham Lunggana)

Namun demikian, kata Agus, secara kewenangan TNI tidak berwenang menurunkan baliho atas dasar menyalahi aturan ketertiban umum dan hukum.

Agus mengatakan tindakan tersebut seharusnya dilakukan Satpol PP atau Kepolisian karena kedua institusi tersebut bertugas menegakkan hukum.

Ia menilai tugas Kepolisian adalah melakukan keputusan politik dari otoritas daerah.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved