Breaking News:

Pemuda Tergeletak dan Terluka di Jalan

Anaknya Tewas Jadi Korban Pembacokan Diduga Tawuran, Ayah Ungkap Firasat Singgung Malam Jumat

Marsuli (47) warga Gembong IV Surabaya tak pernah menyangka jika percakapan bersama anak bungsunya malam itu merupakan kali terkahirnya.

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Marsuli di pusara makam MR anak bungsunya yang jadi korban pembacokan diduga tawuran di jalan Tembaan Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Marsuli (47) warga Gembong IV Surabaya tak pernah menyangka jika percakapan bersama anak bungsunya malam itu merupakan kali terkahirnya.

Kamis,  (26/11/2020) malam, Marsuli sempat mengingatkan MR (16) anak keempatnya untuk tidak keluar rumah hingga larut.

"Saya sempat nyeletuk, cong (nak dalam bahasa madura), jangan pulang malam-malam.

Sekarang malam jumat," kata Marsuli saat ditemui di pemakaman MR, Jumat (26/11/2020).

Saat itu, MR pamit hendak ke warung kppi di gang III belakang rumahnya untuk sekedar nongkrong sambil memanfaatkan wifi gratis.

MR sempat meminta uang 10 ribu ke Marsuli untuk membeli makanan kesukaannya, pentol.

"Itu pamit sekitar pukul 20.00 WIB, saya kasih uang 10 ribu karena habis bantuin saya buat angkat-angkat barang bekas.

Baca juga: Larangan Gisel untuk Gading Soal Ranjang Terungkap, Kini Dilanggar, Bikin Gisel Larang Gempi

Baca juga: Viral Pria Usia 29 Tahun Nikahi Nenek 76 Tahun di Ponorogo, Kisah Cinta Berawal dari Kecocokan

Baca juga: Pemuda Tewas Karena Luka Bacok Diduga Tawuran, Teman SMP Ungkap Sifat Korban Semasa Hidup

Terus saya pesan ke dia (korban) jangan malam-malam pulangnya," lanjut Marsuli.

Sekitar pukul 22.00 WIB, ibu korban sempat mengecek keberadaannya anaknya itu di warung kopi.

"Masih ada di warung kopi. Jam 22.00 WIB itu.

Halaman
123
Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved