Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Dinkes Temukan Banyak Masyarakat Pamekasan Enggan Pakai Masker dan Kooperatif Lakukan Tracing

Masyarakat Pamekasan dinilai banyak yang tidak ingin pakai masker saat beraktivitas di luar rumah hingga penolakan untuk dilakukan tracing.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat personel Satlantas Polres Pamekasan memakaikan masker ke pengendara di simpang empat lampu merah, Jalan Jokotole, Kabupaten Pamekasan, Selasa (15/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Kesehatan Pamekasan menilai banyak masyarakat yang menolak untuk menerapkan protokol kesehatan.

Penolakan yang dilakukan oleh warga Pamekasan ini cukup bervariatif, mulai dari tidak ingin pakai masker saat beraktivitas di luar rumah hingga penolakan untuk dilakukan tracing (pelacakan).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr Achmad Marzuki mengatakan, sebagian besar masyarakat menolak saat tenaga medis di wilayah setempat ingin melakukan pelacakan terhadap seseorang yang pernah kontak dengan pasien Covid-1.

Namun, sebagian masyarakat lainnya ada yang menerima bila tenaga medis ingin melakukan pelacakan.

"Kita akan tetap berusaha untuk turun ke masyarakat melakukan pelacakan, meski banyak penolakan," kata Achmad Marzuki kepada TribunMadura.com, Sabtu (28/11/2020).

Menurut dia, melacak seseorang yang pernah kontak dengan pasien positif terinfeksi Covid-19 tidak semudah berteori.

Karena butuh kesabaran dan tantangan ketika niat baik dibalas dengan penolakan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr Achmad Marzuki.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr Achmad Marzuki. (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Kata dia, biasanya pelacakan ini dilakukan terhadap seluruh keluarga pasien positif terinfeksi Covid-19.

Selain itu, tetangga sekitar dan teman sejawat.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved