Berita Malang

Telanjur Datang, Penari Topeng Batal Tampil di Acara Nikahan, Pengantin Gelar Akad Sederhana di KUA

Pengantin baru di Kota Malang ini tidak bisa melangsungkan akad nikahnya sesuai konsep yang diinginkan.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
Pernikahan M Nasai dan Suparmi di KUA Kedungkadang, Kota Malang, Senin (30/11/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Akad nikah seniman bernama M Nasai dengan kekasihnya, Suparmi di KUA Kedungkadang, Kota Malang, tidak berjalan sesuai rencana, Senin (30/11/2020).

Rencananya, akad nikah seniman asal Malang itu berlangsung dengan disaksikan para penari topeng berkonsep melingkari meja akad.

Batalnya konsep akad nikah keduanya karena memperhatikan protokol kesehatan dan larangan dari kepolisian.

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 Melonjak, Beberapa Rumah Sakit Rujukan di Gresik Alami Peningkatan Jumlah Pasien

Baca juga: Penemuan Mayat Tertutup Daun Singkong di Malang, 7 Orang Saksi Diperiksa, Polisi Cium Kejanggalan

Baca juga: Di Bawah Guyuran Hujan, Maling Motor di Surabaya Beraksi, Gondol Sepeda Motor di Parkiran Penginapan

Para penari sendiri sudah datang lebih awal sebelum pengantin datang. Mereka akhirnya berkumpul di lapangan depan KUA.

Tampak beberapa personel petugas polisi juga datang ke lokasi dengan membawa mobil.

"Maaf, konsep acaranya gak jadi karena ada larangan karena masih pandemi Covid-19," kata Nasai pada wartawan sebelum masuk ke aula KUA.

Petugas KUA hanya membolehkan 10 orang saja yang masuk ke aula. Mereka adalah keluarga mempelai. 

Ia menuturkan, konsep pernikahannya adalah siar budaya terutama topeng Malang.

Sebagai orang yang suka nguri-nguri budaya, ia ingin konsep itu pada hari istimewanya.

Nasai mengaku, hanya izin KUA saja. Tapi mungkin rencana itu sudah tersebar dan akhirnya tercium juga oleh kepolisian.

"Yang penting bagi saya sekarang adalah proses pernikahan ini lancar meski tanpa konsep itu," jawabnya. 

Baca juga: VIRAL Pengantin Baru Dapat Kado Pernikahan dari Sahabat, Kecewa saat Tahu Isinya, Seperti Ditampar

Baca juga: Penemuan Mayat Laki-Laki di Jalan Darma Pamekasan, Evakuasi Dilakukan Petugas Berpakaian APD Lengkap

Para penari yang rencana dilibatkan adalah penari topeng dari Jabung, Kabupaten Malang.

Ia menuturkan, ingin membantu mengenalkan itu di konsep pernikahannya agar lebih dikenali di Kota Malang.

Ada delapan karakter di topeng malang yang ingin ditampilkan di akadnya.

Karakter itu di antaranya, Gunungsari, Ragil Kuning, Panji, Sekartaji, Potrojoyo, Emban, Adipati Kartolo, Bapang, dan Kelono. 

Usai akad nikah, mempelai pulang ke rumahnya di Jl Lesanpuro.

Setelah itu diadakan selamatan dengan adat tradisi Jawa berupa tumpengan.

Pasangan ini datang ke KUA menumpang mobil dan membawa mas kawin.

Dalam akad nikah itu, mereka memakai face shield dan sarung tangan. Sylvianita Widyawati

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved