Breaking News:

Berita Surabaya

Kain Batik Pamekasan Milik Desainer Embran Nawawi Disulap Jadi Pohon Natal, Ada Makna di Baliknya

Kain Batik Pamekasan milik desainer Embran Nawawi enjadi bahan utama pembuatan pohon natal.

TRIBUNMADURA.COM/HABIBUR ROHMAN
Pohon natal berbahan kain batik yang diperkenalkan di area Cristal Cafe Quest Hotel Darmo Surabaya, Kamis (3/12/2020). 

Motif bunga dalamBbatik Pamekasan selalu bermekaran sebagai doa atas harapan hidup makmur dan sentosa.

Menurut Embran, masyarakat Pamekasan sangat jujur dengan yang mereka lihat dan rasakan.

"Pohon natal Batik Pamekasan ini juga ibarat doa untuk perayaan Natal," terang fashion conceptor sekaligus fashion lecturer ini.

Bukan hanya motif, warna-warna Batik Pamekasan tersebut juga melambangkan doa.

Seperti biru yang ada di bagian paling bawah sebagai doa kedamaian dan ketentraman.

"Biru merupakan warna yang paling damai. Artinya, keluarga bisa damai berkumpul," ungkap dia.

"Adapun warna merah melambangkan keceriaan," paparnya.

Disusul warna hijau simbol kesegaran, emas simbol kemakmuran, sampai putih sebagai wujud kesucian.

Layaknya pohon natal, pohon natal Batik Pamekasan ini turut dihiasi lampu kelap-kelip, kotak kado berbungkus batik Pamekasan, bola, dan bintang.

"Selama ini, batik identik dengan pakaian dan perlengkapan rumah," kata Public Relation Officer Quest Hotel Darmo Surabaya Melly Aruni.

"Oleh karena itu kami bekerja sama dengan Embran Nawawi untuk membuat sesuatu yang unik untuk Hari Natal," ungkap dia.

Melalui ini, pihaknya ingin memberi sentuhan kebudayaan Nusantara dalam perayaan natal.

"Batik merupakan kekayaan Indonesia yang telah mendunia dan harus terus dilestarikan. Pohon ini ada di sini selama Desember 2020," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved