Breaking News:

Virus Corona di Malang

Libur Panjang Akhir Tahun, Pemkot Malang Imbau Warga Tetap di Rumah dan Waspada Peningkatan Covid-19

Pemerintah Kota Malang memberikan imbauan kepada warganya agar tidak bepergian ke luar. Mengingat perkembangan kasus Covid-19 mengalami peningkatan.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Malang, Sabtu (5/12/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemerintah resmi mengumumkan libur panjang akhir tahun 2020 ini di tengah pandemi Covid-19 yang akhir-akhir ini sedang mengalami peningkatan.

Di mana libur akhir tahun dibagi menjadi dua sesi, yang dimulai dari tanggal 24-27 Desember 2020, dan 31 Desember 2020 sampai 1-3 Januari 2020.

Menindaklanjuti pengumuman tersebut, Pemerintah Kota Malang memberikan imbauan kepada warganya agar tidak bepergian ke luar.

Baca juga: Bertambah Lagi, Anggota DPRD Kabupaten Lamongan Terpapar Virus Corona Jadi 7 orang

Baca juga: 6 ASN Pemkot Malang Positif Covid-19, Balai Kota Disemprot Disinfektan

Baca juga: Pilkada Serentak 2020 Tinggal Menghitung Hari, Ketua KPU Tuban Fatkul Iksan Terpapar Covid-19

Mengingat perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dan di Jawa Timur sedang mengalami peningkatan.

"Tentu kita imbau, kepada warga Kota Malang untuk mempertimbangkan lagi, seyogyanya cukup tinggal di Kota Malang saja," ucap Kabag Humas Pemerintah Kota Malang M Nur Widianto, Sabtu (5/12).

Imbauan tersebut juga diberikan kepada masyarakat yang berada di luar Kota Malang ataupun Malang Raya.

Agar mempertimbangkan kembali ketika akan berlibur ke Kota Malang pada saat libur panjang akhir tahun nanti.

"Demi kian juga yang berkunjung ke Kota Malang juga tetap memperhatikan, mencermati situasi yang berkembang. Ya karena bicara Malang itu, tidak hanya Malang Kota, tetapi Malang Raya. Jadi harus cermat dan selalu hati-hati," ucapnya.

Untuk itu, dalam mengantisipasi libur panjang nanti, Pemerintah Kota Malang juga memberikan imbauan kepada pelaku usaha di sektor pariwisata dan perhotelan.

Seperti mengetatkan kembali protokol kesehatan melalui tim satgas yang sudah terbentuk di sektor jasa pariwisata.

"Di Jatim sendiri beberapa status di tiap daerah sudah ada yang naik ke zona merah. Sementara Malang masih di zona oranye,"

"Yang pasti, para pelaku dan penunjang jasa pariwisata agar tetap mencermati protokol kesehatan di setiap layanannya. Apakah itu di perhotelan, resto, dan yang lainnya," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved