Fakta di Balik Munculnya 12.12 Harbolnas Tiap Akhir Tahun, Hari e-Commerce Beri Diskon Besar-Besaran
Masyarakat yang gemar belanja online pastinya tidak asing dengan istilah 12.12 harbolnas.
Dikutip dari situs resmi IdEA, Harbolnas 2020 akan diikuti lebih dari 250 platform belanja online di seluruh Indonesia.
Berkiblat dari perayaan belanja di luar negeri
Harbolnas terinspirasi dari perayaan belanja yang sama di beberapa negara, seperti Amerika, Kanada, Inggris, Jerman, Jepang, dan China.
Misalnya saja perayaan Cyber Monday yang digelar setelah hari Thanksgiving di Amerika.
Pada Cyber Monday, para peritel online mengadakan promo dan diskon besar-besaran untuk menarik minat belanja daring.
Cyber Monday sendiri terilhami dari perayaan belanja online Black Friday yang digelar setiap hari Jumat setelah Thanksgiving.
Michael Nagle untuk Bloomberg Black Friday di Amerika Serikat
Black Friday juga menjadi ajang perayaan musim belanja menjelang Natal.
Seperti saat lebaran, saat Black Friday gerai-gerai luring buka lebih lama dan menawarkan diskon besar-besaran atau cuci gudang untuk menarik pembeli.
Harbolnas juga terinspirasi dari Hari Jomblo alias Singles'Day atau Double 11 atau dikenal pula dengan istilah Bachelors'Day.
Hari Jomblo yang jatuh setiap tanggal 11 November di China kini menjadi ajang belanja daring dan luring terbesar di dunia.
Alibaba Group, perusahaan retail raksasa di China mendulang untung tiap tahunnya.
Pada tahun 2013, situs retail online di bawah Alibaba Group, seperti Tmall dan Taobao, meraup 5,8 miliar dollar AS.
Pendapatan mereka semakin meningkat tiap tahunnya, hingga tahun 2020, Alibaba meraup 74,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.047 triliun (kurs rupiah Rp 14.100).
Tidak cuma Alibaba, e-commerce besar lain seperti JD.com juga mendapat untung besar dalam perayaan 11.11.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-belanja-online1.jpg)