Pilkada Malang
HASIL PILKADA MALANG 2020 Data Real Count KPU Senin Pukul 12.18 WIB: Sanusi-Didik Unggul 45.1 Persen
Simak hasil real count Pilkada di Kabupaten Malang 2020 berdasarkan data KPU di situs pilkada2020.kpu.go.id, Senin (14/12/2020) pukul 12.18 WIB.
TRIBUNMADURA.COM - Berikut hasil real count Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Malang 2020 berdasarkan data KPU di situs pilkada2020.kpu.go.id, Senin (14/12/2020) pukul 12.18 WIB.
Dari data sementara real count KPU Pilkada Malang 2020 yang ada, pasangan calon Sanusi - Didik Gatot Subroto unggul dibanding pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang lainnya.
Diketahui, ada 3 pasangan yang mencalonkan diri pada Pilkada Malang 2020.
Pasangan Sanusi - Didik Gatot Subroto mendapatkan nomor urut 1 pada Pilkada Malang 2020.
Kemudian, pasangan Lathifah Shohib - Didik Budi Muljono mendapatkan nomor urut 2 pada Pilkada Malang 2020.
Sementara pasangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko mendapatkan nomor urut 3 pada Pilkada Malang 2020.
Sanusi - Didik Gatot Subroto mendapatkan perolehan suara sementara sebanyak 45.1 persen atau 340.780 suara.
Di posisi kedua ditempati pasangan Lathifah Shohib - Didik Budi Muljono dengan perolehan 42.6 persen atau 321.517 suara.
Pasangan calon Heri Cahyono dan Gunadi Handoko ada di posisi ketiga dengan perolehan 12.3 persen atau 92.694 suara.
Total suara sementara hasil Pilkada Malang 2020 yang masuk yaitu 64.87 persen atau 3243 TPS dari total 4999 TPS.
Seperti diketahui, Pilkada Malang 2020 mempertemukan tiga kandidat, yaitu Sanusi - Didik Gatot Subroto, Lathifah Shohib - Didik Budi Muljono, dan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko.

Informasi hasil real count KPU Pilkada Malang 2020 dapat dilihat langsung pada link di bawah ini.
UPDATE HASIL Real Count KPU Pilkada Malang 2020
Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono dianggap paling efektif gaet suara
Peneliti LSI Denny JA, Dito Arief menilai mesin politik Pasangan Calon Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono paling efektif dalam menggaet suara.
Meski hanya diusung 2 partai pengusung, yakni PKB dan Hanura Lathifah mampu menyaingi paslon petahana Sandi dan unggul telak atas pasangan calon independen, Sam HC-GH.
"Pasangan nomor urut 2 lebih efektif dalam mendulang suara. Perolehan suara dalam hitung cepat kini mengkiaskan dukungan yang signifikan dari partai yang mendukung (PKB dan Hanura)," kata Dito Arief ketika dikonfirmasi pada Kamis (10/12/2020).
Dito menambahkan, dalam tempo waktu yang cukup singkat sejak deklarasi pembentukan tim kampanye, Ladub terbukti cukup dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Malang.
Raihan hitung cepat sebesar 41,6 persen, jadi bukti efektifitas mesin politik yang menaungi Ladub.
"Dalam tempo waktu 2 hingga 3 bulan mampu menyaingi paslon petahana," ungkap akademisi Universitas Brawijaya itu.
Sementara itu, Dito merasa mesin politik yang dimiliki oleh Paslon petahana Sanusi-Didik (Sandi) tidak lebih baik dari pesaingnya, Paslon Ladub.
Komposisi koalisi sebanyak 6 partai yang menaungi Sandi, harusnya bisa menggaet suara lebih dari 50 persen.
Menurut Dito Arief kondisi tersebut menjadi indikator kurang efektifnya koalisi gemuk Sandi dalam meraup suara.
Pada hasil hitung cepat oleh LSI Denny JA, Sandi memperoleh suara 45.99 persen.
"Masyarakat Kabupaten Malang yang merupakan warga Nahdliyin sebanyak 65 persen," ungkap dia.
"Itulah ceruk utama yang diperebutkan paslon 1 dan paslon 2," jelas Dito.
Di sisi lain, pasangan independen bertengger di posisi juru kunci alias paling buncit dalam Pilkada Malang 2020.
Berdasarkan hasil hitung cepat, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko yang diusung organisasi Malang Jejeg harus puas hanya meraih 12,41 persen.
Dito Arief menganalisa, jika ingin menang Pilkada Sam HC dan Gunadi harus mempunyai jejaring struktural yang baik.
"Tidak memiliki jejaring pemenangan yang dimiliki partai politik. Dalam Pilkada, meskipun faktor figur itu penting," kata dia.
"Namun jejaring pemenangan, jejaring struktural itu menjadi penting untuk bisa mendapatkan perolehan suara," ucapnya.