Virus Corona di Tulungagung

Pemkab Tulungagung Bakal Tutup Wisata Demi Tekan Penularan Covid-19: ada Transmisi Selama Liburan

Pemkab Tulungagung melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 akan menutup semua destinasi wisata. Rencana penutupan ini akan diefektifkan

Penulis: David Yohanes | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Nelayan jaring tarik, salah satu pesona wisata di Pantai Bayem Tulungagung. 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG -  Demi menekan penularan Covid-19, Pemkab Tulungagung bakal menutup semua destinasi wisata.

Bahkan kebijakan ini tinggal dilaksanakan saja.

Pemkab Tulungagung melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 akan menutup semua destinasi wisata.

Rencana penutupan ini akan diefektifkan pada Sabtu (19/12/2020).

Kebijakan ini untuk mencegah penularan yang bersumber dari destinasi wisata.

Baca juga: DAFTAR HARTA KEKAYAAN Wali Kota Risma yang Diisukan Jadi Mensos, Tambah Rp 5,2 Miliar Selama Setahun

Baca juga: Pernikahan Teddy Berakhir Miris Setelah Lina Wafat, Jatuh Cinta ke Wanita Tasikmalaya Tapi Ditinggal

Baca juga: Harta Karun Bernilai Rp 14 Triliun di Sebuah Pulau, Siap Bertaruh Nyawa Jika Ingin Mendapatkannya

"Kebijakan ini sudah didapat dan tinggal melaksanakan," terang Wakil Juru Bicara Satgas, Galih Nusantoro, Selasa (15/12/2020).

Galih mengungkapkan, destinasi wisata yang ditutup terutama kawasan pantai di selatan Tulungagung.

Kemudian destinasi wisata desa, seperti Nangkula Park, Jegong Park, Punokawan Park dan lain-lain.

Sebelumnya ada seorang penjaga karcis di salah satu destinasi wisata diketahui meninggal dunia karena Covid-19.

"Kami mengabaikan pertimbangan lain, seperti jadwal agen perjalanan dan lain-lain," tegas Galih.

Lebih jauh Galih mengungkapkan, saat ini peta transmisi cenderung ke arah selatan.

Hasil pelacakan membuktikan memang ada penularan di tempat wisata.

Karena itu intervensi destinasi wisata harus dilakukan untuk mencegah transmisi lebih luas.

Berdasar pemaparan di tingkat provinsi maupun pusat, ada kecenderungan ledakan pasien setelah libur panjang.

Jeda kenaikan ini antara 10-14 hari dari puncak liburan.

Kondisi ini menunjukkan memang terjadi penularan massif selama masa liburan.

"Rentang 10-14 hari ini adalah masa inkubasi virus.

Ini menguatkan adanya transmisi selama liburan," pungkas Galih. (David Yohanes)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved