Persebaya Surabaya

Perjalanan Karier Pemain Muda Persebaya Andhika Ramadhani, dari Penjaga Warkop hingga Lapangan Hijau

Pemain muda Persebaya Surabaya Andhika Ramadhani ternyata sempat menjadi penjaga warung kopi.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Dok Persebaya Surabaya
Pemain muda Persebaya Surabaya Andhika Ramadhani bersama sang ibu di warung kopinya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Andhika Ramadhani menjadi satu di antara sejumlah pemain muda yang diorbitkan Aji Santoso menjadi pemain Persebaya Surabaya.

Andhika Ramadhani diputuskan menjadi bagian Persebaya Surabaya musim 2020 setelah Aji Santoso puas dengan kemampuannya.

Namun siapa sangka, jalan Andhika Ramadhani cukup panjang dan cukup keras untuk bisa menjadi bagian Persebaya Surabaya sekaligus pesepak bola profesional.

Baca juga: Sejumlah Nama Pemain Persebaya yang Jadi Kandidat Kuat Kapten Tim setelah Makan Konate Hengkang

Baca juga: Pilkada Serentak 2020 Usai, COO Madura United: Harusnya Kompetisi Sudah Berjalan

Baca juga: Makan Konate Ikuti Jejak David da Silva Tinggalkan Persebaya Surabaya, Ungkap Alasannya Mundur

Andhika Ramadhani adalah anak yatim yang tinggal bersama sang ibunda. Ayahanda meninggal saat dirinya masih kecil.

Hidup bersama ibunda membuat Andhika Ramadhani harus pintar membagi waktu antara karier dan keluarga.

Setiap hari, Dhika ikut membantu menjaga warung kopi milik orang tuanya.

Rutinitas tersebut dijalani beriringan dengan latihan sepak bola.

"Saya sudah bantu ibu di warung sejak kecil," kata Dhika seperti dikutip dari laman resmi klub, Rabu (16/12/2020).

"Waktu SD sih cuma bantu sedikit, nah pas sudah SMP sudah berani jaga warung sendiri," sambung dia.

"Alhamdulillah rutinitas ini tidak pernah mengganggu impian saya," tambahnya.

"Bahkan membuat saya lebih semangat dan disiplin, jadi tahu jam. Kapan harus bantu orang tua, kapan harus serius ngejar karir," sambungnya.

Ditambahkan jebolan klub internal Persebaya El Faza tersebut, rupanya tidak meminta upah dari keringatnya menjaga warung.

"Saya tidak dibayar dan tidak minta bayaran jaga warung. Murni karena mau bantu orang tua. Saya cuma minta ridho ibu saja, insya Allah yang lain lancar," jelas Dhika.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan hobinya, ia harus menambah kesibukan dengan bekerja di tempat lain. Salah satunya membantu kakak sulungnya.

"Kalau urusan beli sepatu atau perlengkapan saya biasanya ikut-ikut kerja. Bisa bantu kakak atau ikut kerja di ruko sekitar warung," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved