Breaking News:

Virus Corona di Bondowoso

Bikin Kerumunan saat Malam Tahun Baru, Siap-siap Dirapid Test Antigen Satgas Covid-19 Bondowoso

Satgas Penanganan Covid-19 Bondowoso mewaspadai sejumlah titik lokasi rawan keramaian pada malam pergantian tahun 2021.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Elma Gloria Stevani
Tribunnews/Jeprima
Petugas medis melakukan rapid test antigen Covid-19 kepada calon penumpang dan juga para sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (25/12/2020). Tes cepat antigen tersebut dilaksanakan guna menekan angka penyebaran Covid-19 di masa mudik Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. 

TRIBUNMADURA.COM - Satgas Penanganan Covid-19 Bondowoso mewaspadai sejumlah titik lokasi rawan keramaian pada malam pergantian tahun 2021.

Rencananya, mereka bakal melakukan rapid test antigen secara acak kepada masyarakat di momen tersebut.

"Kami akan melakukan rapid test antigen secara acak terhadap pengunjung yang berkerumun," kata Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, Selasa (29/12/2020).

Ia melanjutkan, bila hasil rapid menunjukkan reaktif, nantinya warga itu akan diamankan di Klinik Paru Bondowoso.

Pihak klinik akan melakukan tindakan lebih lanjut, yakni pemeriksaan tes swab PCR kepara warga tersebut.

"Sebenarnya, keinginan kami tidak hanya di pusat keramaian kota, tapi juga di tempat wisata. Hasilnya, menunggu rapat final yang digelar hari ini," ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan patroli udara menggunakan drone khusus di malam pergantian tahun.

Lalu, melaksanakan patroli di sejumlah objek wisata dan usaha wisata untuk menekan munculnya kluster baru.

"Hal ini merupakan bentuk tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Bupati tentang Upaya Pencegahan Penyebaran dan Penularan Covid-19 Pada Destinasi Wisata dan Usaha Jasa Pariwisata di Kabupaten Bondowoso," terangnya.

"Isi aturan di SE Bupati itu antara lain setiap objek wisata hanya boleh buka hingga pukul 17.00 WIB. Sedangkan kafe atau restoran sampai pukul 21.00 WIB," imbuhnya.

Sementara, dalam pelaksanaan operasi yustisi  2020 bersama Satgas Covid-19 yang dimulai 16 September hingga 28 Desember 2020, tercatat ada 37.921 pelanggar protokol kesehatan dengan total sanksi denda mencapai Rp 14.082.500.

Kemudian, teguran lisan sebanyak 81.012 dan teguran tertulis ada 63.891.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved