Breaking News:

Pembatasan Kegiatan Jawa dan Bali

Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali, Sidoarjo Menunggu Petunjuk Pemerintah Pusat Soal Formatnya

Menanggapi hal itu, Kabupaten Sidoarjo mengaku masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait penerapan Pembatasan Kegiatan tersebut.

TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono di sela-sela acara di Pendopo Sidoarjo, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUNMADUARA.COM, SIDOARJO – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan yang direncanakan oleh pemerintah pusat dilakukan di Jawa dan Bali.

Menanggapi hal itu, Kabupaten Sidoarjo mengaku masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait penerapan Pembatasan Kegiatan tersebut.

Seperti yang diketahui, penerapan Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali akan diterapkan pada 11-25 Januari 2021.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, Surabaya Raya, termasuk Sidoarjo, menjadi wilayah yang masuk dalam rencana penerapan pembatasan mulai 11-25 Januari 2021.

Baca juga: Tanaman Padi di Sumenep Nyaris Tak Terlihat setelah Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Baca juga: Download Lagu Aduh Mamae, Viral di TikTok Ada Cowok Baju Hitam DJ Desa, Dilengkapi Lirik Lagu

Baca juga: KATALOG Promo Indomaret Kamis 7 Januari 2021: Susu Bayi, Snack, Kopi, Perlengkapan Mandi Turun Harga

“Kami masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim, seperti apa format pembatasan tersebut,” jawab Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono saat ditanya Surya ( TribunMadura.com network ), Kamis (7/1/2021).

Menurutnya, dalam pelaksanaan pembatasan itu Sidoarjo harus tetap mengacu pada aturan dari pemerintah. Termasuk dari Kementrian Kesehatan, Pemprov Jatim, dan sebagainya.

“Setelah ada petunjuk, kami juga perlu melakukan pembahasan. Bersama forkopimda dan semua stake holder, terkait rencana penerapan pembatasan itu,” lanjut dia.

Apakah akan ada penyekatan wilayah, pembatasan jam malam, atau aturan-aturan lain, tentu perlu dibicarakan dulu.

Hudiyono menyebut, hari Senin besok, pihaknya mengajak Kapolres, Kajari, Dandim, Ketua DPRD, dan beberapa pihak lain untuk menggelar rapat terkait ini.

Nantinya, Sidoarjo juga akan mengusulkan beberapa hal terkait rencana pembatasan.

Usulan itu akan berdasar pada kondisi masing-masing wilayah. Bagamana kondisi penyebaran covid-19 dan potensinya.

“Prinsipnya, ekonomi harus tetap jalan meski ada pembatasan. Nah, formatnya seperti apa, kita masih menunggu,” imbuh Cak Hud, panggilan Hudiyono.

Ditanya terkait ketentuan pembatasan WFH, pembatasan tempat tempat hiburan, dan sebagainya, Pj Bupati menegaskan bahwa Sidoarjo siap menjalankan aturan sebagaimana diputuskan pemerintah pusat dan provinsi.(ufi)

 
 

Penulis: M Taufik
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved