Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Dinas Kesehatan Jawa Timur Tuntaskan Distribusi Vaksin Covid-19 di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kembali mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari Tiongkok untuk Surabaya Raya.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Petugas saat menurunkan box berisi vaksin di Gudang Farmasi Surabaya, Rabu (20/1/2021) siang. 

Sejumlah langkah pengamanan sudah disiapkan guna mengawal distribusi vaksin ini. Pengawalan dilakukan mulai dari cold storage hingga ke daerah yang dituju.

“Yang pertama adalah keamanan, dari pihak Kepolisian akan memback-up pengawalan distribusi vaksin dari Dinkes Jatim ke seluruh kab/kota hingga ke tempat vaksinasi," tegas Herlin.

Kemudian yang kedua adalah armada, yang digunakan untuk membawa vaksin adalah armada yang standart, yang bisa menjamin suhu antara 2-8 derajat celcius.

Baca juga: Amanda Manopo Akui Berstatus Janda dan Pernah Menikah di Usia 18 Tahun: Saya Sudah Gagal Dua Kali

Baca juga: Bansos Tunai Rp 300 Ribu Cair Hingga April 2021, Pemilik KIS Segera Cek Nama di dtks.kemensos.go.id

Baca juga: Surabaya Kembali Terima Jatah Vaksin dari Pemprov Jatim, 18.420 Vial Vaksin Covid-19 Telah Diterima

Baca juga: Dikira Gadis, Amanda Manopo Ternyata Sudah Janda, Billy Syahputra: Harus Siap dari Segala Sesuatu

"Ini yang kita jaga supaya kualitas vaksinnya terjaga," pungkas Herlin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sasaran vaksinasi tahap satu adalan kelompok SDM kesehatan.

Dimana jumlah SDM Kesehatan Jatik target sasarannya berjumlah 201.315 orang. Mereka menjadi sasaran penerima vaksin tahap pertama.

Yang terdiri dari dokter sebanyak 11.013 orang, dokter spesialis sebanyak 5.865 orang, perawat sebanyak 58.724 orang, bidan sebanyak 26.885 orang, nakes lainnya ada sebanyak 28.181 orang, asisten nakes sebanyak 8.733 orang, dan tenaga penunjang sebanyak 61.914 orang.

Setelah SDM kesehatan, kelompok sasaran berikutnya adalah pelayan publik termasuk TNI Polri.

Kemudian lansia dengan usia diatas 60 tahun, kemudian dilanjutkan dengan kelompok masyarakat rentan secara geospasial dan ekonomi, dan terakhir kelompok masyarakat umum dan pelaku ekonomi.

Untuk jumlah sasaran tiap kelompok tersebut di atas, rincinya, untuk pelayan publik sebanyak 1.879.314 orang, lansia sebanyak 2.551.472 orang, masyarakat rentan sebanyak 7.066.384 orang, dan masyarakat umum dan pelaku ekonomi sebanyak 11.023.759 orang,

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved