Berita Pamekasan

Sampah Limbah Keluarga Jadi Salah Satu Penyebab Terjadinya Banjir di Pamekasan, BPBD Angkat Bicara

Sampah limbah keluarga yang dibuang ke sungai di Pamekasan, disebut menjadi salah satu penyebab banjir di Pamekasan, juga mengontaminasi aliran sungai

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Banjir yang menggenangi sebagian wilayah Pamekasan, Madura. Sampah ikut andil terjadinya banjir 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sampah limbah keluarga yang dibuang ke sungai di Pamekasan, disebut menjadi salah satu penyebab banjir di Pamekasan.

Selain membuat banjir, sampah itu juga mengontaminasi aliran sungai.

BPBD Pamekasan memberikan solusi terkait hal ini.

Kalaksa BPBD Pamekasan, Amin Jabir mengatakan, sampah limbah keluarga yang dibuang ke sungai, menjadi sebagian penyebab terjadinya banjir dan luapan air sungai.

Baca juga: Terkuak Sosok Ummu Fahad Istri Syekh Ali Jaber yang Hamil saat Syekh Meninggal: sama Umi Nadia Cerai

Baca juga: Diparkir di Lahan Kosong, Mobil Toyota Avanza Milik Warga Surabaya ini Raib, Begini Kronologinya

Baca juga: 20 Tahun Berlalu, Pemeran Shan Cai Meteor Garden Barbie Hsu Kejutkan Penggemar dengan Penampilannya

Kata dia, sekitar 20 persen sampah yang dibuang ke sungai oleh warga, berkontribusi menimbulkan banjir.

Saran dia, sampah yang mulai mengkontaminasi di sejumlah titik aliran sungai di Pamekasan, sudah saatnya dibersihkan.

Tujuannya, untuk meminimalisir terjadinya banjir susulan yang pernah terjadi pada dua pekan lalu.

"Yang paling penting, saat ini dibersihkan dahulu banyaknya sampah yang menyangkut di kaki jembatan besi supaya aliran sungai menjadi lancar," kata Amin Jabir kepada TribunMadura.com, Sabtu (23/1/2021).

Menurut Kepala Dinas yang akrab disapa Jabir ini, Pemkab Pamekasan harus menata dahulu tupoksi perihal tugas siapa yang akan membersihkan tumpukan sampah yang banyak menyangkut di jembatan besi tersebut.

Bila sudah jelas tupoksinya, maka kata dia, langkah selanjutnya, segera mungkin melakukan pembersihan dan pengecekan secara berkala.

"Ini harus jelas tupoksinya apakah tugas BPBD yang harus membersihkan, atau PUPR. Sehingga nantinya sampah yang menyangkut di kaki jembatan besi tidak dibiarkan begitu saja," sarannya.

Pesan Jabir, misal nantinya dalam tugas pembersihan sampah yang menyangkut di jembatan besi itu diberikan kepada pihaknya, maka segera mungkin BPBD Pamekasan akan melapor ke Bupati Baddrut Tamam untuk merekrut pekerja harian lepas (PHL) yang akan bertugas dalam setiap hari mengontrol dan membersihkan sampah yang menyangkut di kaki seribu jembatan besi.

"Itu (sampah) yang menyangkut tidak bisa dibiarkan, sekalipun ada kata meski dibersihkan akan menyangkut sampah baru lagi, memang harus dibersihkan dari pada dibiarkan," ucapnya.

"Coba kita lihat di beberapa titik jembatan besi yang ada di Pamekasan, pasti terdapat sampah yang menyangkut," tutupnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved