Breaking News:

Virus Corona di Malang

Antisipasi Jenazah Tertukar, RSSA Kota Malang akan Evaluasi Terkait Pemberian Identitas Peti Jenazah

Antisipasi tertukarnya peti jenazah yang dimakamkan secara protokol Covid-19, pihak RSSA Malang akan melakukan evaluasi terkait penamaan peti jenazah.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kepala Bagian (Kabag) Humas RSSA Kota Malang Donny Iryan saat ditemui awak media setelah pembukaan simbolis vaksinasi di RSSA, Sabtu (30/1/2021).. 

Penulis: Kukuh Kurniawan l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Untuk mengantisipasi peristiwa tertukarnya peti jenazah yang akan dimakamkan secara protokol Covid-19, pihak RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang akan melakukan evaluasi terkait penamaan dari setiap peti jenazah yang akan dimakamkan. 

Kepala Bagian (Kabag) Humas RSSA Kota Malang Donny Iryan mengatakan, bahwa evaluasi terkait pemulasaraan hingga penamaan di setiap peti jenazah akan ditinjau ulang.

Hal tersebut akan diputuskan bersama jajaran manajemen di RSSA Kota Malang.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 31 Januari 2021, Capricorn Ubah Diri, Taurus Menderita Tiada Akhir

Baca juga: Ramalan Zodiak Terlengkap Minggu 31 Januari 2021, Bahagia Cancer Bikin Orang Jadi Iri, Gemini Emosi

Baca juga: Ramalan Zodiak Membaca Karir Sabtu 30 Januari 2021, Taurus Menuai Keberhasilan, Cancer Percaya Diri

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Terbaru Sabtu 30 Januari 2021, Asmara Capricorn Kurang Mulus, Leo Bakal Kecewa

"Tentunya kami akan melakukan evaluasi. Kami akan putuskan di tingkat manajemen, nanti seperti apa," ujarnya kepada TribunMadura.com, Sabtu (30/1/2021).

Ia menjelaskan hingga saat ini, pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19 menggunakan mekanisme pemberian identitas di peti jenazah. Yakni dengan menuliskan nama jenazah di peti jenazah menggunakan spidol permanen.

"Selama ini identitas jenazah di peti dari rumah sakit cuma dikasih spidol, yang bertuliskan jenazah atas nama dan nomor ini. Atau gelang pasien yang dikenakan pasien waktu masih hidup, itu akan dipaku di peti. Dan sebenarnya selama ini sudah terbaca, dan tidak ada masalah," bebernya.

Sementara itu, disinggung mengapa tidak menggunakan kertas agar lebih jelas terkait penamaan identitas di peti jenazah, Donny mengaku jika menggunakan kertas tidak akan tahan lama dan cepat rusak.

"Kalau di kertas, tidak akan tahan lama dan mudah rusak. Dan kalau sudah rusak, akan menyulitkan petugas yang memakamkan," tambahnya.

Dirinya menerangkan terkait pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19, dibutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam. Dimana jenazah tersebut siap diberangkatkan untuk dimakamkan.

"Mulai dari meninggal, dimandikan, disterilisasi, hingga siap dimakamkan, dibtuhkan waktu 30 menit hingga satu jam tiap satu jenazah," ungkapnya.

Ia pun menambahkan, terkait data kematian yang dibagikan oleh pihak RSSA Malang, belum tentu semuanya merupakan pasien RSSA Malang.

"Kalau saya share data kematian atau share tatalaksana di kamar jenazah, itu belum tentu semua pasien dari RSSA. Melainkan pasien dari rumah sakit lain, yang mana untuk penatalaksanaannya dengan protokol Covid 19 dibawa menuju RSSA Malang," pungkasnya.

Baca juga: Putra Syekh Ali Jaber Tanggapi Kabar Perjodohannya dengan Wirda Mansur: Insya Allah Didekatkan

Baca juga: Download Lagu MP3 Rela Demi Cinta Thomas Arya, Album Slow Rock, Lirik Harapan Hidup Bersamamu

Baca juga: Download MP3 Kumpulan Lagu Dangdut Koplo Nella Kharisma Terenak, Wegah Kelangan hingga Konco Mesra

Baca juga: Teddy Blak-blakan Sebut Tak Menginginkan Harta Warisan Lina Jubaedah: Saya Laki-laki Masih Mau Kerja

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved