Breaking News:

Berita Bangkalan

Warga Bangkalan Ancam Tutup Perumahan di Desa Gili Timur Kamal, Tuntut Pengembang Buat Selokan

Puluhan warga Desa Gili Timur Kabupaten Bangkalan mengancam akan menutup dan menghentikan pengembangan perumahan.

Tribun Jogja/Santo Ari
ilustrasi - selokan 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Puluhan warga Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, mendatangi Kantor Pemasaran Perumahan Gili Timur, Sabtu (30/1/2021).

Di sana, mereka mengancam akan menutup dan menghentikan pengembangan perumahan jika tidak memenuhi tuntutan warga.

"Tidak tersedia selokan. Sehingga air dari perumahan mengalir ke pemukiman warga," ungkap Mahsus kepada Surya ( grup TribunMadura.com ).

Baca juga: Lokasi Balap Liar di Kota Blitar Dibubarkan Polisi, Amankan 52 Pengendara Motor, Pelaku Dapat Sanksi

Baca juga: Janji Manis si Penjual Pisang Ajak Siswi SMP Berhubungan Suami Istri, Padahal Baru Pacaran 2 Bulan

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Puting Beliung Porak Porandakan Pamekasan hingga Kasus Pemukulan Kades

Selain pembangunan fasilitas selokan, warga juga menuntut pihak pengembang Perumahan Gili Timur memperbaiki jalan menuju perumahan.

"Perbaikan pipa PDAM yang bocor sudah diperbaiki kemarin. Termasuk legalitas perusahaan, saat ini sudah jelas," jelasnya.

Perumahan Gili Timur mulai dikembangkan sejak dua tahun silam.

Dari sekitar 10 unit rumah yang telah terbangun, dua unit di antaranya sudah berpenghuni.

Mahsus menegaskan, warga memberikan batas waktu kepada pengembang Perumahan Gili Timur hingga 20 Februari 2021.

Apabila hingga batas waktu itu belum juga dimulai pekerjaan, lanjutnya, warga akan menghentikan proses pembangunan untuk sementara.

"Pekerjaan yang kami maksud yakni pembangunan selokan dan perbaikan jalan karena kondisinya parah seperti kolam," tegas Mahsus.

Baca juga: Kabupaten Ponorogo Buka Rekrutmen CPNS 2021 dan PPPK 2021, Formasi Guru Paling Banyak Dibuka

Baca juga: Aturan PPKM di Surabaya Makin Diperketat, Tak Ada Sosialisasi, Pelanggar Langsung Diberi Sanksi

Mediasi antara perwakilan masyarakat dan pihak pengembang dilakukan. Dihadiri Kepala Desa Gili Timur, anggota Polsek dan Koramil Kamal.

Mahsus menambahkan, pihak pengembang bersedia menghentikan pembangunan sementara waktu sampai semua selesai.

"Menyanggupi tuntutan warga, sudah ada surat pernyataan kesanggupan dari pihak pengembang," pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved