Musibah Tanah Longsor di Nganjuk
Pencarian Korban Hilang Bencana Longsor di Nganjuk Terkendala Listrik dan Kondisi Tanah Basah
Listrik padam menjadi kendala pencarian korban hilang dalam musibah tanah longsor di Kabupaten Nganjuk.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Upaya pencarian warga Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, yang dinyatakan hilang setelah bencana tanah longsor, sempat menemui kendala.
Listrik padam menjadi kendala pencarian warga Dusun Selopuro yang dinyatakan hilang itu.
Selain itu, kondisi tanah yang masih basah juga menjadi pertimbangan upaya penarian warga yang belum ditemukan.
• BREAKING NEWS - Musibah Tanah Longsor di Kabupaten Nganjuk, 20 Orang Dikabarkan Hilang
• Syarat dan Tata Cara Tes GeNose di Stasiun Kereta Api, Simak Biaya Pemeriksaannya
• Modal Penampilan, Dono Perdayai 2 Warga Minta Uang Pelicin Program, Ngaku Petugas Dinas Peternakan
"Untuk itu, upaya pencarian warga yang belum ditemukan akan dilakukan mulai pagi ini," kata Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk, Senin (15/2/2021).
Dan untuk penerangan sementara di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, menurut Marhaen Djumadi, warga dan perangkat desa serta tim Tagana menggunakan genset.
Lampu penerangan itu digunakan untuk mendata warga yang rumahnya terkena longsoran tanah.
"Jadi hanya sebatas itu genset penerangan di lokasi musibah tanah longsor," ucap Marhaen Djumadi.
Meski demikian, tambah Marhaen Djumadi, pihaknya berharap kondisi terbaik dalam musibah tanah longsor tersebut. Yakni warga yang belum ditemukan bisa ditemukan dalam kondisi sehat.
"Kami minta doa semuanya untuk warga yang terkena musibah tanah longsor agar selamat dan tetap sehat," ucap Marhaen Djumadi. (aru/Achmad Amru Muiz)

• Honda Mobilio Terbalik di Jalan Balearjosari Malang, Sempat Hantam Pembatas Jalan, Penumpang Selamat
• BERITA MADURA TERPOPULER: Pemuda Madura Diarak Keliling Desa hingga Guru Penerima Vaksinasi Covid-19