Breaking News:

Berita Jombang

Pimpinan Ponpes Jombang Diduga Cabuli Santriwati di Bawah Umur Tiap Subuh, 6 Perempuan Jadi Korban

Seorang pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur merudapaksa dan mencabuli santriwati selama dua tahun.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Elma Gloria Stevani
TribunKalteng/TribunMadur.com @Mohammad Romadoni
Ilustrasi cabul dan foto Pimpinan ponpes di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang berinisial S yang diduga memerkosa dan mencabuli santriwatinya, Selasa (17/2/2021). 

Reporter: Mohammad Romadoni l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, JOMBANG - Seorang pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur merudapaksa dan mencabuli santriwati.

Aksi bejat pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Jombang berinisial S ini sudah terjadi selama dua tahun.

Pelaku S hampir setiap menjelang subuh ke asrama putri.

Hal itu terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah santriwati.

Baca juga: Durian Runtuh! Inilah 8 Shio yang Diprediksi Penuh Keberuntungan Besok Rabu 17 Februari 2021

Baca juga: Login dtks.kemensos.go.id untuk Cek Nama Penerima Bansos Tunai Rp 300 Ribu Berikut Cara Pencairannya

Baca juga: Login www.prakerja.go.id untuk Daftar Kartu Prakerja Gelombang 12 Tahun 2021, Seperti Ini Caranya

Baca juga: Waduh 4 Shio Ini Diramalkan Kurang Beruntung Besok Rabu 17 Februari 2021, Shio Kerbau Termasuk?

Pimpinan ponpes di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang berinisial S yang diduga memerkosa dan mencabuli santriwatinya, Selasa (17/2/2021).
Pimpinan ponpes di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang berinisial S yang diduga memerkosa dan mencabuli santriwatinya, Selasa (17/2/2021). (TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD ROMADONI)

S ditangkap pada Kamis (11/2/2021) malam setelah polisi menerima laporan dari dua orang tua santriwati yang mondok di pesantren milik SB.

Ada enam santriwati namun kemungkinan jumlahnya dapat terus bertambah.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang pimpinan Ponpes ini terungkap dari laporan dua orang tua korban yang berlangsung pada tanggal 8-9 Februari 2021 kemarin.

"Tidak pindana pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang korbannya sampai saat ini masih sebanyak enam orang (Santriwati, Red) namun kalau memang ditemukan lagi kita akan lakukan pengembangan dan pemeriksaan kembali," ungkapnya, Selasa (16/2/2021).

Agung menyebut mayoritas santriwati korban pelecehan seksual pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah berusia sekitar 16 tahun sampai 17 tahun. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved