Breaking News:

Berita Surabaya

Rumah Sakit di Surabaya Dilarang Tolak Warga yang Sakit, Diminta Terbuka Jika Kamar dan Bed Penuh

Rumah sakit di Surabaya diminta agar tidak menolak setiap calon pasien apapun keadannya.

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
ilustrasi - ruangan rumah sakit 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Rumah sakit di Surabaya, terutama RSUD diminta agar tidak menolak setiap calon pasien.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Juliana Eva Wati mengatakan, warga yang sakit wajib ditampung di rumah sakit dalam kondisi apa pun.

"Semua warga Surabaya berhak atas layanan kesehatan di setiap rumah sakit. Namun situasi saat ini berkebalikan," kata Juliana Eva Wati, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Dalam Waktu Dekat, Kota Malang Berlakukan e-Tilang, Ada 6 Titik Prioritas Pemasangan CCTV

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Mantan Kades Buron Setahun hingga Kapal Tenggelam di Perairan Gili Genting

Baca juga: Pelantikan Bupati dan Wali Kota Terpilih di Jawa Timur Ditunda, Begini Penjelasan Pemprov Jatim

"Banyak warga yang ditolak RS dengan alasan RS penuh," sambung Jeje, sapaannya.

Keluhan banyaknya warga yang ditolak mendapat layanan di rumah sakit itu menjadi isu sentral saat Jeje menggelar reses di sejumlah wilayah Kecamatan Semampir dan Kenjeran.

Kata dia, warga kecewa karena banyak yang ditolak masuk RSUD Soewandhie Surabaya.

Dengan dalih corona, banyak warga yang ditolak dengan alasan rumah sakit penuh. Tidak ada kamar.

Namun Mantan Ning Surabaya itu meminta pihak rumah sakit agar terbuka akan ketersedian bed atau kamar.

"Benarkah bahwa bed di rumah sakit itu penuh. Kalau penuh silakan disampaikan terbuka baik secara manual maupun digital," ungkap dia.

"Jangan mengklaim RS penuh tanpa didukung pertanggungjawaban manajemen," kata Jeje.

Anggota dewan dari PAN ini baru saja menggelar reses.

Hasilnya banyak warga mengeluhkan sulitnya mendapat layanan kesehatan di rumah sakit.

Semula warga di Puskesmas ditolak. Kemudian memilih ke RSUD Soewandhie juga ditolak karena alasan penuh.

Kata dia, cukup dengan aplikasi, warga bisa dengan mudah mengecek dan memastikan ketersedian bed di setiap RS. Bukan ditolak saat warga sudah sampai di lokasi RS.

Atau paling tidak, ada papan pengumuman yang bisa melihat ketersedian bed di ruang terbuka di RS. (Faiq)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved