Berita Tuban
Kisah Miliarder Baru Warga Satu Desa di Tuban, Ada yang Dapat Rp 18 M usai Jual 2,7 Hektar Tanah
Warga Desa Sumurgeneng mendadak menjadi miliarder setelah menjual tanah mereka untuk kebutuhan proyek kilang grass root refinery (GRR).
Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Reporter: Mochamad Sudarsono | Editor: Ayu Mufidah KS
TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, mendadak menjadi miliarder.
Warga Desa Sumurgeneng menjadi miliarder setelah menjual tanah mereka.
Tanah warga Desa Sumurgeneng akan dibangun untuk kebutuhan proyek kilang minyak grass root refinery (GRR).
Baca juga: Dalih Ibu Sakit, Pemuda Surabaya Curi Sepeda Angin, Tak Kapok Sudah Dipenjara 2 Kali
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Trenggalek Dimulai Bulan ini, 17 Ribu Orang Jadi Target Sasaran
Baca juga: Melaju Kencang, Sepeda Motor Suzuki Satria Tiba-Tiba Selip dan Oleng, Pengendara Tewas di Lokasi
Kisah para miliarder baru ini terkuak usai video viral belasan mobil baru yang diangkut menggunakan truk towing tiba di desa setempat, Minggu (14/2/2021) sore.
Siti Nurul Hidayatin (32), warga setempat mengaku, tak pernah menyangka tanahnya bakal dibeli dengan harga tinggi oleh Pertamina.
Tanah miliknya seluas 2,7 hektar dihargai Pertamina sekitar Rp 18 miliar untuk pembebasan lahan.
Uang yang diterima dari perusahaan plat merah itu digunakan untuk beli tiga mobil, deposito, bangun taman pendidikan anak (TPA), dan usaha.
"Dua mobil yaitu innova dan HRV, lalu ada mobil pickup buat usaha. Bangun TPA dan Deposito juga," beber Nurul ditemui di rumahnya, Rabu (17/2/2021).
Dia menjelaskan, jika uang yang didapat tidak melalui konsinyasi atau pengadilan, karena ia menerima di awal tanpa penolakan.
Agar uangnya terus berputar maka ia berencana akan membuat usaha guna keberlangsungan hidup.

Baca juga: Cucu Syok Temukan Tubuh Kakek Tergantung di Kamar Mandi, Korban Diduga Bunuh Diri Akibat Depresi
Baca juga: Ketagihan Judi Online, Pengangguran asal Jombang Kuras Isi Tabungan Rekening Teman, Begini Modusnya
Rencananya, ibu satu anak tersebut bakal membuat konveksi dan ternak ayam petelur. Namun belum terwujud.
"Memang rencana begitu mau buat usaha, tapi belum. Yang sudah beli mobil dan deposit," terangnya.
Sambil berjalan ke mobilnya, ia juga mengungkap bakal memberangkatkan haji sekeluarga.
Total ada 9 orang yang bakal diberangkatkan ke tanah suci, termasuk suami, sepupu dan orang tuanya.
Namun demikian belum tahu kapan akan berangkat, karena saat ini sedang masa pandemi Covid-19.
"Ya mau memberangkatkan ke tanah Suci, ini kan impian umat islam, Cita-cita lah. Do'anya saja semoga berkah," pungkasnya.
Hal berbeda disampaikan Kholikah (50), ia memilih membuat usaha mebel atas uang yang diterima dari penjualan tanah miliknya.
Dari kepemilikan tanah seluas kurang lebih 600 meter persegi, ia menerima sekitar Rp 4,5 miliar.
Uang itu digunakan untuk investasi, beli tanah lagi dan usaha mebel, serta untuk pendidikan anak.
"Uang saya investasikan ini, untuk usaha mebel juga yang kini buka di rumah. Alhamdulillah jalan," ucapnya.(nok)
Viral di Media Sosial

Sebelumnya, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, ramai dibicarakan publik di media sosial.
Itu setelah warga Desa Sumurgeneng dikabarkan kompak membeli mobil baru dalam tenggang waktu tak lama.
Tak tanggung-tanggung, warga Desa Sumurgeneng membeli mobil baru dengan jumlah ratusan unit.
Terbaru, dari rekaman video pendek yang beredar, belasan mobil datang secara bersamaan di desa tersebut.
Mobil-mobil baru itu tampak yang diangkut menggunakan truk towing.
Bahkan, pengiriman mobil mendapat pengawalan dari kepolisian.
"Benar terkait warga ramai-ramai beli mobil baru," kata Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, Selasa (16/2/2021).
"Kabarnya kemarin datang lagi dari Gresik atau Surabaya," sambung dia.
Dia menjelaskan, warga yang membeli mobil itu karena telah mendapat hasil penjualan tanah dari grass root refinery (GRR) kilang minyak yang melibatkan Pertamina-Rosneft perusahaan asal Rusia.
Nilai penjualan yang tidak sedikit diyakini membuat warga ingin membeli mobil, yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Hingga kini mulai sejak warga mendapat pencairan dari penjualan tanah, sudah ada ratusan warga yang membeli mobil.
Bahkan, satu orang ada yang memiliki 2-3 mobil baru.
"Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang, terakhir kemarin ada 17 mobil baru," bebernya.
Kades pun mengungkap pendapatan warga dari hasil penjualan tanah, yang jika dirata-ratakan mencapai Rp 8 miliar.
Bahkan, ada warga yang dengan kepemilikan lahan 4 hektar menerima Rp 26 miliar. Ada juga warga Surabaya yang memiliki lahan di sini mendapat Rp 38 miliar.
Sebab, Pertamina menghargai tanah Rp 600-800 ribu per meter, jauh lebih tinggi dari harga tanah pada umumnya di sini.
Di Desanya sendiri terdapat 840 KK, sedangkan yang lahannya dijual karena masuk penetapan lokasi (penlok) kilang minyak ada sekitar 225 KK.
Baca juga: Pelantikan Bupati dan Wali Kota Terpilih di Jawa Timur Ditunda, Begini Penjelasan Pemprov Jatim
"Ya memang kondisinya begitu, dapat uang lalu beli mobil, ada juga yang dibelikan tanah lagi maupun bangun rumah juga," pungkasnya.