Breaking News:

Berita Malang

Perusak dan Pencopot Bendera Zonasi Covid-19 di Kota Malang Bakal Dapat Sanksi, Ini Hukumannya

Pelaku pengerusakan bendera zonasi Covid-19 di Kota Malang juga terkena sanksi pidana.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata 

Reporter : Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Polresta Malang Kota tidak segan mengambil tindakan tegas pada pelanggar protokol kesehatan di Kota Malang.

Tidak hanya pelanggar protokol kesehatan, pelaku pengerusakan bendera zonasi Covid-19 di Kota Malang juga terkena sanksi pidana.

"Bila ada yang merusak, menghilangkan, mencopot bendera zonasi Covid-19, maka akan kami proses dan kami kenakan pidana," kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Dana Hibah Rp 500 Ribu Tiap RT di Kota Malang Cair, Ketua RT Diminta Buat Laporan Pertanggungjawaban

Baca juga: Ditinggal Penghuni Tidur, Rumah Warga Surabaya Dibobol Maling, Motor hingga Burung Peliharaan Raib

Baca juga: Malam-Malam Pergi Sendirian, Warga Ponorogo Berbuat Dosa di Dalam Hutan, Kayu Jati Perhutani Dicuri

"Saksinya sesuai dengan UU Kesehatan dan dasar hukum dalam penerapan PPKM Mikro," ujar dia.

Seperti diketahui, dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Malang, setiap pintu masuk RT dipasang bendera berwarna sesuai dengan zonasi.

Ada empat zonasi warna bendera yang dipasang di pintu masuk RT di Kota Malang, yakni hijau, kuning, oranye atau merah.

Ia pun juga menjelaskan alasan pihaknya, untuk langsung menerapkan sanksi pidana dan bukannya sanksi administrasi.

"Yang memasang (bendera zonasi Covid 19) itu kan atas nama undang-undang. Dan hal tersebut juga telah diamanatkan oleh undang-undang," terangnya.

Mantan Wakapolrestabes Surabaya itu juga membandingkan perbuatan merusak dan mencopot bendera zonasi Covid, sama dengan seseorang yang merusak alat kesehatan.

"Perbuatan (merusak bendera zonasi Covid-19) itu kan sama seperti orang dipasangi oksigen," ungkap dia.

Baca juga: Pamekasan Dianggap Tak Layak Dimekarkan Demi Pembentukan Provinsi Madura, Hasil Kajian Dipertanyakan

Baca juga: Rumah Warga Kecamatan Manding Sumenep Digerebek, 1 Orang Ditangkap Polisi, Ini Penyebabnya

"Lalu ada orang yang dongkol dan marah, dengan orang yang dipasangi oksigen tersebut. Akhirnya orang tersebut melepas oksigennya," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mencoba-coba untuk mencopot dan merusak bendera zonasi Covid-19.

"Bendera zonasi itu dipasang, sebagai gambaran kondisi wilayah tersebut seperti apa," tutur dia.

"Oleh karena itu saya tegaskan kembali, bila ada yang merusak, menghilangkan, mencopot bendera zonasi Covid-19, maka akan kami proses," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved